BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- warga korban penggusuran masih bertahan di lokasi Pasar Griya Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (25/7/2018). Mereka berteduh dengan tenda dan alas tidur seadanya.

Pantauan Lampost.co, para warga mendirikan tenda diantara puing bangunan menggunakan terpal biru di beberapa titik sesuai lokasi mereka menaruh barang. Ada yang disisi, dan tengah lokasi penggusuran. Mereka terpisah satu sama lain karena sambil menjaga barang yang tidak tahu harus ditaruh dimana.



Sedangkan anak kecil nampak bermain di musala yang merupakan satu satunya bangunan yang tidak digusur.

Tio (20) salah seorang warga setempat mengatakan pascapenggusuran masih ada 37 KK yang bertahan. Mereka bertahan karena tidak punya tempat tinggal sehingga terpaksa tidur beratap tenda dan beralas seadanya.

Menurutnya rusunawa yang dikatakan pihak pemkot hanya isapan jempol belaka. "Hanya isu, tidak jelas tidak ada komunikais dari pemkot, kita mau ketemu audiensi saja tidak mau ketemu," kata dia dilokasi penggusuran, Rabu (25/7/2018).

Warga korban penggusuran yang rata rata bekerja sebagai tukang ronsok saat ini hanya mengandalkan bantuan mahasiswa untuk makan dan minum.

"Jangankan tempat tinggal, uang saja kita tidak ada, kerja tidak pernah karena memikirkan penggusuran ini," kata dia.

Untuk mandi, masak dan keperluan lain, warga kesulitan air. Mereka terpaksa menumpang di kantor KPU yang berada disamping lokasi penggusuran.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR