KALIANDA (Lampost.co) -- Korban meninggal dunia akibat bencana gelombang laut gelombang tinggi yang menghantam Kecamatan Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan, bertambah menjadi 48 orang dari sebelumnya 43 orang.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Dokkes Polda Lampung Kombespol Andri Bandarsyah saat ditemui di Pos DVI Post Mortem Bidokkes Polda Lampung di Kamar Jenazah RSUD Bob Bazar Kalianda, Minggu (23/12/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.



Dia mengatakan jumlah korban yang meninggal akibat peristiwa gelombang tinggi itu menelan korban jiwa sebanyak 48 orang. Dimana, dari jumlah tersebut sebanyak 5 orang belum teridentifikasi yang terdiri dari 2 orang ibu-ibu dan 3 orang anak-anak.

"Ada 48 jenazah yang masuk ke Rumah sakit Bob Bazar Kalianda. Jenazah yang sudah teridentifikasi ada sebanyak 43 dan 5 orang belum teridentifikasi," kata dia.

Menurutnya, ada sekitar delapan jenazah korban gelombang tinggi yang masih di RSUD Bob Bazar Kalianda, termasuk yang belum teridentifikasi. Selebihnya jenazah sudah di bawa oleh keluarganya masing-masing.

"Hampir semua sudah dibawa oleh keluarganya dan sebagian pula sudah ada dimakamkan. Sisa masih ada delapan jenazah masih di RSUD Bob Bazar Kalianda. Kemungkinan bisa saja jumlahnya bertambah," kata dia.

Andri mengimbau kepada masyarakat korban gelombang tinggi di wilayah Kecamatan Kalianda dan Rajabasa yang merasa kehilangan keluarga, bisa cek langsung ke RSUD Bob Bazar Kalianda. "Ya, kami imbau bagi masyarakat yang belum menemukan keluarga, bisa datang langsung ke rumah sakit. Disini masig ada 2 orang ibu-ibu dan 3 orang Anak-anak belum diketahui identitasnya," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan data dibagian Ruang UGD RSUD Bob Bazar Kalianda mencatat sebanyak 242 orang yang menjadi korban gelombang tinggi itu. Dimana, mereka mengalami luka-luka, baik ringan, sedang dan berat.

"Ada 242 orang yang masuk ke UGD. Sebagian ada yang dirawat, sebagian ada yang dirujuk dan ada pula langsung pulang. Tapi, data ini bisa saja bertambah," kata dia.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kerusakan paling parah berada di Desa Waymulih, Kecamatan Rajabasa. Ratusan rumah dan perahu porak poranda di terjang gelombang tinggi yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam kemarin.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR