KALIANDA (Lampost.co) -- Setelah beberapa hari di pengungsian, keluarga korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahmad Joni (38) akhirnya kembali ke kampung halamannya Dusun Bumiagung, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Kamis (11/10/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, keluarga Joni bersama istri dan kedua anaknya dipulangkan menggunakan pesawat Hercules dari Kota Palu menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Rabu (10/10) siang.



Wasrikin (55), orang tua Ahmad Joni mengaku bersyukur atas kepulangan anak beserta menantu dan kedua cucunya. Rasa khawatir yang menghantuinya selama ini bisa lepas setelah melihat anaknya pulang. 

"Jelas, kami sangat khawatir karena selama beberapa hari setelah kejadian gempa dan tsunami tidak bisa komunikasi. Saya baru bisa berkomunikasi setelah empat hari pascagempa terjadi. Alhamdullillah, anak saya bersama keluarganya selamat dan bisa pulang," katanya saat ditemui di kediamannya, Kamis (11/10/2018).

Wasrikin mengatakan putra pertamanya itu sudah 15 tahun tinggal di Desa Sidondo II, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng. Dimana, pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Balai Taman Nasional Lorelindu Sulteng.

"Anak saya sudah 15 tahun tinggal di Sigi. kepulangannya untuk menenangkan diri untuk menghilangkan trauma, karena kondisi disana masih belum aman dan rumahnya pun masih hancur lebur," katanya. 

Ahmad Joni menjelaskan sebelum gempa dan tsunami dirinya bersama Rahmawati (27) sedang keluar rumah untuk melihat kegiatan Festival Palunamone di Pantai Talise. Ia mengaku selamat dari peristiwa naas itu ketika lari ketempat yang lebih tinggi. 

"Setelah ada gempa dengan waktu yang cukup lama, saya dan istri lari ke daerah Bandara di Palu. Disana memang lokasinya tinggi," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Dulkahar mengatakan, Joni dipulangkan dari Palu menggunakan pesawat hercules pada Rabu (10/10) siang.

"Joni dipulangkan bersama istri dan kedua anaknya menggunakan hercules yang diterbangkan dari Palu menuju Bandara Halim, Jakakrta, kemudian dilanjutkan dengan jalur darat.  Kemudian, dijemput oleh pihak desa dan kecamatan serta relawan di Pelabuhan Bakauheni," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR