LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



LAMPUNG POST | Korban Banjir Rob Dihantui Ancaman Penyakit
Korban banjir rob di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. (Foto: Dok. Lampung Post)

Korban Banjir Rob Dihantui Ancaman Penyakit

KALIANDA (lampost.co) -- Korban banjir rob di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mulai dihantui berbagai penyakit. Bahkan, saat ini masyarakat setempat mulai mengalami gangguan ISPA dan gatal-gatal.

Seperti yang diungkapkan Depli (35), warga Dusun Kualajaya mengatakan hingga saat ini belum ada masyarakat yang terserang penyakit akibat pasang air laut. Namun, beberapa warga mulai diserang penyakit gatal-gatal, batuk, diare, demam, dan maag.

"Sudah sepekan terakhir ini banjir rob merendam rumah kami. Masyarakat mulai dihantui serangan berbagai penyakit. Saat ini mayoritas diserang gatal-gatal dan batuk," kata dia, Jumat (8/12/2017).

Dia mengaku Pemkab Lamsel telah memberikan obat-obatan untuk antisipasi serangan berbagai penyakit. Namun, rasa khawatir terus menghantui ratusan korban banjir rob. "Tiga hari yang lalu sudah ada bantuan obat-obatan dari Pemkab Lamsel. Kami juga berharap enggak ada serangan penyakit akibat banjir rob," ujarnya.

Di sisi lain, Depli bersama maayarakat Dusun Kualajaya mengharapkan ke depannya Pemkab Lamsel dapat membangun pemecah ombak untuk antisipasi adanya banjir rob. "Kami sangat berharap ke depannya ada pembangunan pemecah ombak agar air laut pasang tidak masuk ke pemukiman warga," katanya.

Hingga hari kelima, banjir rob masih merendam ratusan rumah warga di kawasan Bantaran Sungai Way Sekampung tersebut. Banjir yang diakibatkan pasang surut air laut itu mengganggu aktivitas masyarakat setempat sejak empat hari terakhir.

Kepala Dusun Kualajaya, Syarifudin mengatakan sekitar 400 rumah warga terendam banjir rob yang telah terjadi sejak Minggu (3/12/2017) lalu. Dimana, ketinggian banjir rob sekitar 40-50 cm itu mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

"Memang banjir rob di dusun kami hampir setiap tahun. Tapi, kali ini lumayan tinggi air laut yang masuk ke pemukiman. Banjir yang telah terjadi empat hari ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 15.00. Namun, terkadang juga terjadi pada malam hari," katanya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv