LAMPUNG SELATAN (Lampost.co)---Warga korban banjir di sejumlah daerah di Lampung hingga Selasa (27/2), minim bantuan. Padahal mereka mulai mengharapkan bantuan terutama air bersih dari pemerintah daerah. Hanya sejumlah instansi yang menyalurkan bantuan bahan pokok.

Warga tiga dusun di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, misalnya, kini kondisinya memprihatinkan. Walau banjir sudah surut, warga di sana masih waswas akan datang banjir susulan, mengingat potensi hujan masih tinggi. "Masih khawatir banjir susulan datang kembali," ujar Wartini (58), warga Dusun III, kemarin.
Walau sumur mereka terkena genangan air banjir, warga sekitar masih menggunakan air sumur mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk minum, mereka membeli air isi ulang. "Kalau mandi dan lainnya pakai air sumur, untuk minum, beli air galon," katanya.
Camat Way Panji, Isro' Abdi, mengatakan banjir yang menggenangi puluhan rumah warga sudah surut sejak Senin (26/2) malam. "Sejak semalam sudah surut, hari ini sudah benar-benar kering," kata dia, kemarin.
Bantuan datang di Lampung Tengah hanya berasal dari kepedulian warga Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas III Gunungsugih yang memberikan bahan pokok. "Atas nama pribadi dan segenap pegawai LP Gunungsugih menyampaikan duka yang mendalam," kata Kepala LP Syarpani dalam rilis yang diterima Lampung Post, kemarin.
Sementara itu, informasi yang didapat Lampung Post hingga tadi malam, korban banjir di Lampung Tengah menjadi tujuh orang. Penambahan korban itu setelah seorang warga yang dinyatakan hilang, Fatimah, ditemukan tewas tadi malam. Korban tewas lainnya Supangat (65), Warsinem (65), Talita (5), Siyami (38), Suratno (40), dan Iqbal.
Di Way Kanan, Pemerintah Kabupaten setempat juga baru menstok beras kurang lebih sekitar 100 ton untuk bantuan. Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, yang diwakili Wakil Bupati Edward Antony mengatakan telah mendistribusikan bantuan beras kurang lebih 8 ton beras ke berbagai kecamatan. "Untuk beras, kita sudah mendistribusikan kepada masyarakat," kata Edward saat konferensi pers, kemarin.



Banjir Lanjutan
Pada bagian lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung meminta warga mewaspadai banjir lanjutan di sejumlah wilayah Lampung. Pasalnya, dinamika atmosfer selama bulan Maret diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto menjelaskan memasuki bulan Maret akan terjadi peningkatan curah hujan dalam analisis dinamika atmosfer dibanding dengan bulan Februari. Pada Februari curah hujan terpantau di kisaran 300 milimeter, Maret ada peningkatan terjadi mencapai 300—400 milimeter.  "Artinya, perbandingan antara kejadian di bulan Februari dan Maret bisa lebih besar lagi dengan meningkatnya curah hujan ini," kata Rudi, kemarin.


 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR