BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kelompok Serba Usaha (KSU) Srikandi yang berada di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus berhasil memproduksi kopi bubuk robusta bermerek Srikandi.

Kopi bubuk Srikandi dari KSU Srikandi merupakan binaan program Hi-Link Unila Tahun 2017 dengan dana bantuan dari DRPM Ristekdikti. Progam Hi-Link yang diketuai Maria Erna K., beserta anggota tim nya Sri Setyani, dan Ribut Sugiharto adalah program pengabdian kepada masyarakat kemenristekdikti. Kegiatan binaan ini juga didampingi pemerintah kabupaten tanggamus, dinas koperasi dan UMKM, Muzlina sebagai Kabid yang turun ke lapangan bersama tim Hi-Link Unila.



Ketua KSU Srikandi,  Sri Wahyuni mengatakan kopi produksi kelompoknya memiliki berbagai kualitas mulai dari biasa hingga super.

Dalam sebulan,  KSU Srikandi bisa memproduksi 100 kg seharga Rp12 ribu per bungkus. Produknya tersebut dipasarkan di sekitar Pekon dan Kecamatan sesuai dengan pesanan.

"Baru-baru ini produksi kopi bubuk meningkat hingga 15%, dengan adanya perbaikan pada proses produksi yang mengahasilkan kopi bubuk berwarna kayu manis," kata dia kepada Lampost.co, Sabtu (7/10/2017).

Untuk menarik konsumen,  pihaknya membedakan dua varian, yakni dark dan light yang memiliki perebedaan untuk cita rasa dan aromanya.

Selain itu, perubahan kemasan kopi bubuk Srikandi lebih yang lebih menarik dan komunikatif juga menjadi faktor yang tidak kalah penting untuk meningkatkan balik sini produksi maupun nilai jual.

"Kopi Srikandi tak akan kalah dengan produksi lainnya yakni berpartisipasi dalam ajang ajang Iternational Coffee Day 2017, " ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR