BAGI pencinta alam, mendaki gunung adalah tantangan yang jika berhasil ditaklukan bisa membuat semangat baru. Apa lagi jika pendakian dilakukan bersama-sesama para pencinta olahraga lintas alam itu.

Hal itulah yang kini dilakukan oleh sekelompok pencinta pendaki gunung yang tergabung di komunitas Kopi Lampung. Ketua Kopi Lampung Filard Fathurahman mengatakan Kopi Lampung menjadi rumah bagi para pendaki Lampung yang dibentuk untuk menyatukan para pencinta petualangan.



"Kami terbentuk sama seperti kebanyakan komunitas lain, berangkat dari hobi yang sama yakni petualangan naik gunung, akan tetapi kerap kali kesulitan mencari teman," ujar Filard, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, melakukan pendakian bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan menjadi pilihan untuk mencari ketenangan dengan kembali ke alam.

"Sejauh ini gunung menjadi salah satu tempat ternyaman untuk rehat dari aktivitas pekerjaan atau sejenak melupakan gawai yang sepertinya sudah menjadi candu," kata dia.

Dengan tekad itulah, Kopi Lampung resmi terbentuk pada 18 September 2016. Berawal dari para pendaki yang berdomisili di Lampung Selatan, anggota Kopi Lampung kini sudah tersebar di berbagai kabupaten/kota di Lampung.

Selain menjadi tempat berkumpul para pendaki, komunitas Kopi Lampung juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti kegiatan bertajuk Caring For The Earth di Gunung Tanggamus yang digagas Komunitas Pendaki Peduli-Regional Lampung.

Anggota Kopi Lampung juga kerap melakukan pendakian ke berbagai gunung di Indonesia. Khusus di Sumatera tersisa dua gunung yang belum mereka jelajah yakni Gunung Leuser di Aceh dan Gunung Dempo di Pagaralam Sumatera Selatan.

 

Tujuh Puncak

Untuk wilayah Pulau Jawa, anggota Komunitas Kopi Lampung telah melakukan pendakian di berbagai gunung, di antaranya Gunung Merbabu hingga Gunung Gede Pangrango. "Seperti impian kebanyakan pendaki, kami ingin bisa menaklukan tujuh puncak tertinggi di Indonesia," kata Filard.

Filard juga berharap Kopi Lampung bisa bekerja sama dengan komunitas lain dalam melestarikan dan menjaga alam khususnya kawasan gunung di Bumi Ruwa Juari. "Kami berharap semakin banyaknya komunitas pencinta alam bisa berimbas meningkatnya potensi wisata di daerah. Sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat di sekitar gunung," ujarnya.

Selain itu, Kopi Lampung bisa menjadi rumah bagi sesama pencinta alam, sebagai tempat untuk berkumpul, sharing, hingga belajar bersama sehingga memunculkan gagasan dan kegiatan positif bagi generasi milenial. "Menikmati secangkir kopi dari atas gunung membuat kita berpikir, nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kita dustakan," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR