BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pembangunan konstruksi jalan tol trans-Sumatera (JTTS) segmen II Terbanggi Besar-Pematang Panggang telah mencapai 80 persen ditengah adanya sejumlah permasalahan pembebasan lahan masih menyelimuti. Namun, ditargetkan pekerjaan tersebut dapat terselesaikan di akhir tahun 2018.

Pelaksana Tugas Asisten II Pemprov Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat menjelaskan saat ini pekerjaan ruas jalan tol sepanjang 111 km telah mencapai 80 persen konstruksi. Namun, disamping itu pekerjaan proyek strategis nasional itu masih dihantui persoalan pembebasan lahan.



"Contohnya saja hari ini kami terima pengaduan lahan seluas 17 hektare di Desa Kagungan Dalam/Desa Margo Rahayu, Mesuji yang diakui sejumlah pihak. Namun, berdasarkan inventarisasi Badan Pertanahan Nasional perwakilan Lampung lahan itu milik PT BNSI," kata Taufik ditemui diruang kerjanya, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, atas persoalan tersebut pihaknya telah mengajukan ke pengadilan untuk diselesaikan hingga pada tahap pembayaran ganti rugi. "Persoalannya sudah kami ajukan ke pengadilan. Biar pengadilan yang memutuskannya," ujar pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lampung itu.

Sementara itu, lanjutnya, pada segmen I Bakauheni-Terbanggi Besar akan segera rampung pada pertengahan tahun ini. Pasalnya, pembebasan lahan tinggal menyisakan satu titik pembayaran ganti rugi dan ruas jalan sepanjang 141 km tengah dalam masa proses kontruksi.

"Segmen I tinggal satu titik lagi di Natar, Lampung Selatan yang sebagian sudah selesai ganti rugi dan tinggal menunggu eksekusi saja. Kalau kontruksinya sudah hampir selesai. Walaupun masih ada beberapa gorong-gorong dan jembatan yang masih pekerjaan. Namun, kalau perkerasannya tinggal sedikit lagi," urainya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR