BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pembebasan lahan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggi Besar dan Bakauheni-Pematanf Panggang masih memiliki hambatan. Kendati demikian, pengerjaan kontruksi proyek strategis nasional tersebut tetap lancar.

Asisten II Pemerintah Provinsi Lampung Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat menjelaskan secara umum kontruksi jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 kilometer dan 111 kilometer pada Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang terus dikerjakan.



Satu-satunya hambatan, lanjutnya, terjadi pada pembebasan lahan yang dibeberapa ruas belum terbayarkan. "Bakauheni-Terbanggi Besar sudah hampir semua kontruksinya. Hanya saja masih ada pembebasan lahan yang masih menghambat pengerjaan dan itu yang ditekankan untuk dipercepat," kata Taufik kepada Lampost.co Minggu (8/7/2018).

Menurutnya, hal tersebut khususnya di Desa Tanjungsari, Natar, Lampung Selatan yang menjadi titik krusial yang membuat jalan belum dapat dilalui. Untuk itu, tim percepatan meminta bantuan dari kepolisian untuk mengawal proses eksekusi di lapangan.

"Kami minta tolong PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) agar berkoordinasi dengan polisi untuk proses eksekusi di lapangannya. Sebab, dititik itu putusan pengadilannya telah keluar, sehingga sudah bisa dieksekusi," urai pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu.

Kondisi itu terjadi pula di Terbanggi Besar-Pematang Panggang. Dengan 90 persen progres pembebasan lahan dan 80 persen penyelesaian kontruksi. "Secara umum kondisinya masih ada titik yang terputus. Tapi kontruksinya tetap berjalan, seperti lahan milik pemerintah yang sudah mulai kontruksinya tetapi ganti rugi lahannya belum dibayar," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR