PARIWISATA memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penyumbang devisa bagi negara selain sektor minyak dan gas (migas), batu bara, dan kelapa sawit. Berdasarkan data laporan kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia, sektor pariwisata menyumbang 10% PDB nasional (tertinggi di ASEAN), peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional sebesar 9,3%, penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan atau 8,4%, dan dalam lima tahun lapangan pekerjaan tumbuh 30% (www.kemenpar.go.id).

Salah satu destinasi sektor jasa pariwisata sebagai penyumbang perekonomian yaitu Provinsi Lampung. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Lampung menjadi salah satu dari 11 provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis.



Potensi Lampung

Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Lewat keindahan alam yang dimiliki, Dinas Pariwisata menentukan tujuh kawasan unggulan strategis pariwisata, di antaranya kawasan Taman Nasional Way Kambas, Teluk Kiluan, Gunung Anak Krakatau, dan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS).

Dengan potensinya, terbukti kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Lampung cukup besar, khususnya wisatawan mancanegara. Dalam lima tahun terakhir, wisatawan mancanegara mengalami pertumbuhan sekitar tujuh kali lipat. Ekonomi Provinsi Lampung pun tumbuh sebesar 5,17%, menguat dibandingkan pada tahun 2016 sebesar 5,15%. Pertumbuhan ekonomi Lampung ini menduduki peringkat keempat se-Sumatera.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung sejalan dengan dampak pertumbuhan ekonomi yang didapatkan oleh pemerintah dan masyarakat Lampung. Contoh pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan sumber pendapatan/penghasilan masyarakat melalui sektor jasa pariwisata adalah dengan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sektor pariwisata sebagai staf di perhotelan, restoran, toko suvenir, dan sektor-sektor yang mendukung pariwisata.

Sektor pariwisata menjadi alat untuk mencapai pemerataan pembangunan di Provinsi Lampung. Adanya peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang memberikan penghasilan dari sisi ekonomi akan memperbaiki sisi sosial masyarakat Provinsi Lampung, seperti mengurangi angka kriminalitas dan kesenjangan sosial antarmasyarakat.

Angka pengangguran di Provinsi Lampung pun mengalami penurunan sebesar 4,43% pada Februari 2017. Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, penduduk yang bekerja bertambah sekitar 150 ribu orang dibandingkan pada bulan Agustus 2016. Sektor pariwisata juga membuka kesempatan bagi industri usaha kecil dan menengah (UMKM) bagi masyarakat Lampung, khususnya yang berada di kawasan objek wisata.

Dengan meningkatnya pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung, secara tidak langsung juga memperkenalkan makanan khas Provinsi Lampung seperti pisro, segubal, dan tempoyak kepada para wisatawan.

Peningkatan perekonomian Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan kesempatan untuk minat investor membangun Provinsi Lampung. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek (KSEI), untuk investor di Provinsi Lampung per Agustus 2017 jumlahnya mencapai 5.025 investor, menempati urutan jumlah investor terbanyak ke-17 dari 34 provinsi di Indonesia. Khusus di Bandar Lampung mencapai 60% meningkat 18% dari tahun lalu. Adapun peningkatan nilai investasi di Provinsi Lampung memberikan kesempatan untuk Provinsi Lampung untuk berkembang.

Sumber Perekonomian Baru

Sektor pariwisata menjadi sumber perekonomian baru di Provinsi Lampung, selain sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan yang menjadi pendorong sektoral peningkatan pertumbuhan perekonomian di Provinsi Lampung. Sektor jasa pariwisata yang memberikan dampak pada banyak sisi, mulai dari destinasi pariwisata, pemerintahan, sampai dengan kepada penduduk setempat, dapat meningkatkan perekonomian per kapita.

Sektor jasa pariwisata memberikan multiplier effect (efek berantai). Perputaran kunjungan wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata membutuhkan akomodasi untuk menginap, transportasi, restoran, dan agen travel yang membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan selama berkunjung ke Provinsi Lampung.

Salah satu contoh dampak perekonomian melalui sektor pariwisata di Provinsi Lampung dapat dilihat dari tingkat hunian hotel yang mengalami peningkatan. Okupansi hotel berbintang di Provinsi Lampung selama bulan Februari 2018 meningkat dan berada di posisi 51,98% atau naik 3,53 poin dibandingkan bulan Januari 2018 yang tercatat hanya 48,45%.

Untuk mendukung sektor pariwisata menjadi sektor prioritas perekonomian Provinsi Lampung, dibutuhkan koordinasi dan sinergi antarsemua pihak, di antaranya dimulai dari akses menuju tempat-tempat wisata di Provinsi Lampung juga sarana serta fasilitas pendukung di objek wisata yang memudahkan dan memberikan rasa kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung.

Peningkatan sarana infrastruktur melalui bandara dan pelabuhan sebagai pintu gerbang wisatawan mengunjungi Provinsi Lampung juga perlu ditingkatkan. Selain itu, juga memberikan rasa aman bagi wisatawan dengan berkoordinasi dengan kepolisian terhadap tindakan kriminalitas di tempat objek-objek wisata di Provinsi Lampung.

Koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah setempat, dan pemangku kepentingan juga dibutuhkan untuk mendukung sektor pariwisata di Lampung. Peningkatan sumber daya manusia untuk sektor pariwisata yang bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang professional. Melalui Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, diperlukan strategi promosi yang strategis, efektif, dan tepat sasaran, sebagai contoh promosi branding “Provinsi Lampung The Treasure of Sumatera” di media sosial.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR