BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandar Lampung menghadirkan terdakw Kevindra Gunawan (20), mahasiswa warga Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Senin (15/7/2019). Ia didakwa lantaran membeli serta mengkonsumsi obat Alprazolam tanpa keterangan resmi  dari medis.

Dipersidangan Hakim Pastra Joseph Ziraluo menyakan sudah beberapa kali terdakwa mengkonsumsi obat penenang yang ditemukan saat pengkapannya, terdakwa menjawab jika sudah dua kali mengkonsumsi barang tersebut.



Hakim menyakan siapa yang memberi tahu terdakwa awal mula mengkonsumsi obat penenanh tersebut, terdakwa menyebut jika dia diberitahu oleh rekanya, namun terdakwa nggak memberitahu siapa rekan yang dimaksud itu. "Tau dari teman, tapi saya tidak bisa menyebutkannya," kata terdakwa menjawab pertanyaan hakim.
Mendapat jawaban dari terdakwa, hakim Pastra menyebutkan jika terdakwa merupakan orang yang siap pasang badan demi rekanya."Bagus kamu pasang badan demi teman, seperti gangster saja," ujar hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Puji Rahayu mengatakan peristiwa itu bermula pada Senin, 29 April 2019 sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu terdakwa datang ke Apotik Meifa di Jalan ZA. Pagar Alam, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung untuk membeli dua tablet Alprazolam tanpa resep dari dokter untuk terdakwa pergunakan sendiri. terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 62 Undang–Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR