BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Konsumsi kelistrikan di Lampung hingga triwulan II 2019 mengalami pertumbuhan mencapai 9,2%. Capaian yang menjadi terbaik di kawasan Sumatera itu turut mendorong tumbuhnya perekonomian di Bumi Ruwa Jurai. Sebab, energi listrik memiliki peran penting dalam masuknya investasi dan berkembangnya industri.

Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) PLN UID Lampung, Zulhamdi menjelaskan sepanjang 2019, konsumsi energi listrik di masyarakat Lampung mencapai 1.860 GWH. Daya besar itu meningkat 9,27% dibanding periode tahun sebelumnya. Dimana, hingga Juli terdapat penambahan pelanggan sebanyak 67.595 dengan total daya meningkat 100,006 MVA.



"Jumlah pelanggan di Lampung sekarang menjadi 2,13 juta. Hal ini tidak lepas dari upaya PLN untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi. Capaian realisasi kinerja ini juga lebih baik dibanding triwulan II 2018," kata Pandapotan kepada Lampung Post, Rabu (14/8/2019).

Sementara, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Pandapotan Manurung mengatakan pertumbuhan listrik itu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Lampung dari 5,35% di triwulan II 2018 menjadi 5,62% pada 2019. Perbandingan lurus itu menunjukkan andil penting listrik dalam kehidupan. Terutama dalam mendukung pembangunan daerah.

"Kebutuhan listrik di masyarakat itu tidak bisa ditahan. Untuk itu, PLN akan terus menambah pembangunan pembangkit dan menyelesaikan pembangunan jaringan transmisi sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kehandalan, dan perbaikan tegangan. Sebab, kami memprediksi pertumbuhan di Lampung bisa mencapai 10% tiap tahunnya," ujarnya. 

Dia melanjutkan, hal itu dimulai dengan penambahan pembangunan pembangkit 200MW di Sebalang yang direncanakan untuk penandatanganan kontrak di 2019 untuk memulai pembangunannya di tahun selanjutnya. Kemudian PLTU 300MW di Tarahan dan penambahan kapasitas PLTP Ulubelu sebesar 50MW. Seluruh rencana tersebut diupayakan maksimal agar segera terealisasi.

"Sebenarnya beban puncak kita sudah sampai 1.100MW dan daya mampu sekitar 1.300MW. Artinya, Lampung punya cadangan daya 300MW. Walaupun begitu, tentunya energi yang ada harus terus ditambah, karena kebutuhan listrik tidak bisa di rem," katanya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR