JIKA umumnya komunitas melakukan penggalangan bantuan untuk korban bencana alam. Hal berbeda dilakukan komunitas Vertical Rescue Indonesia Regional Lampung. Mereka terjun langsung, terlibat dalam evakuasi korban dengan bekal kemampuan yang dimiliki.

Koordinator komunitas Vertical Rescue Indonesia Regional Lampung, M Kariskun atau Ikun, mengatakan anggota komunitas yang terbentuk 2016 itu telah dibekali keahlian khusus penyelamatan korban bencana dari atas ketinggian. Sehingga, mereka terlatih mengevakuasi korban dari gunung, bukit, gedung bertingkat, ataupun kedalaman sumur.



"Kemampuan yang kami miliki memang sudah berstandar Asia. Anggota kami juga tersertifikat untuk menjadi pengajar panjat tebing," kata Ikun di sekretariat komunitas tersebut di kompleks PKOR Way Halim, Bandar Lampung, beberapa hari lalu.

Dengan bekal kemampuan tersebut, sekitar 15 anggota dan 30 sukarelawan komunitas Vertical Rescue Indonesia Regional Lampung konsisten membantu setiap terjadi musibah.

Selain tanggap bencana, komunitas ini juga menjalankan serangkaian program, di antaranya membuat 1.000 jembatan gantung di seluruh Indonesia. Hal itu untuk menggambarkan semangat Vertical Rescue berbuat untuk sesama.

Khusus di Lampung, menurut Ikun, telah terealisasi sebanyak 11 jembatan gantung yang dibuat dan tersebar di berbagai lokasi seperti di Lampung Selatan, Pesawaran, pringsewu, dan Pesisir Barat.

"Program jembatan gantung ini kami bekerja sama dengan gerakan pramuka. Untuk membuat jembatan gantung kami mendapat usulan dari warga," kata dia.

Latih Masyarakat

Selain membuat jembatan gantung, kegiatan lain yang kerap dilakukan anggota komunitas Vertical Rescue Indonesia Regional Lampung adalah mengadakan pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat. Menurut Ikun, dalam setiap pelatihan pihaknya juga berkolaborasi dengan para prajurit Marinir, klub pencinta alam, Sabhara Polri, hingga Badan SAR Nasional.

"Salah satu kegiatannya adalah membuat sekolah panjat tebing, serta memberikan bantuan pelatihan tanggap bencana alam," ujar Ikun.

Hal lain yang juga kerap dilakukan para personel komunitas ini adalah melakukan sosialisasi standar keamanan panjat tebing. Komunitas ini juga menggagas sekolah panjat tebing di Desa Margodadi, Padangcermin, Pesawaran.

Tidak hanya itu, anggota komunitas Vertical Rescue Indonesia Regional Lampung juga melakukan kegiatan tanggap bencana, dengan menggalang dana. Seperti saat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, dengan bekerja sama dengan komunitas lain, seperti Tribal, dan Goes Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR