BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Relawan Kemanusiaan Lampung (RKL) menggelar konser seni amal Lampung untuk Rohingya di Mahligai Agung Convention Hall, Gedung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Jalan Zainal Aabidin Pagar Alam, Bandar Lampung, Rabu malam (27/9/2017).
Acara berlangsung meriah, diisi berbagai penampilan seniman Lampung. Di antaranya Kim Commanders dan Isbedy Stiawan ZS.
Ketua Panitia pelaksana, Nur Rahman Yusuf  berharap dana yang terkumpul dapat membantu saudara-saudara kita di Rohingya. "Melalui konser amal ini kami berharap bantuan untuk saudara kita di Rohingya. Pengumpulan dana dilakukan mulai dari lelang lukisan, bantuan uang tunai ataupun bantuan lainnya, " kata Nur Rahman tadi malam.
Seluruh hasil sumbangan yang terkumpul akan disalurkan langsung bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). "Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respons positif dari seluruh lapisan masyarakat. Untuk yang ingin ikut menyumbang setelah acara ini, bisa melalui transfer," kata Ketua Ombudsman Provinsi Lampung ini. Adapun rekening yang disiapkan untuk menampung bantuan ini nomor rekening donasi amal Bank Mandiri 114-00-1158708-0 a.n. Ir Nanik Nufiani.
Sementara itu, Sekretari Provinsi Lampung, Sutono mengapresiasi acara yang digelar RKL ini. Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang membuat 480 ribu jiwa terpaksa mengungsi dari negaranya. "Mereka butuh banyak bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari mandinya, makannya, minumnya dan lain sebagainya," kata Sutono.
Ia juga meminta acara tadi malam sebagai pembuka acara-acara selanjutnya. Pemprov Lampung sendiri akan menyiapkan tempat dan keperluan lainnya untuk kembali menggelar acara serupa di kantor Gubernur Lampung. "Nanti bisa kita siapkan Balai Keratun untuk acara selanjutnya mengorganisasi bantuan ini. Supaya semakin banyak bantuan yang terkumpul untuk Rohingya," jelasnya.
Ketua ICMI Lampung, Yusuf Barusman mengatakan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State Myanmar sangat yang menyakitkan semua pihak. "Apa pun agama kita, tidak bisa menerima adanya kejadian ini. Gerakan ini, gerakan yang baik dan mulia. Terima kasih kepada segenap panitia, seniman dan pengisi acara," kata Yusuf.
Pihaknya mengutuk keras tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. "Apalagi tindakan tersebut menjurus pada pembersihan etnis tertentu, yaitu minoritas muslim melalui pembakaran, pembunuhan, dan pengusiran," jelasnya.
Pihaknya juga mendesak Pemerintah RI proaktif mencari kebenaran fakta dan solusi yang mengedepankan prinsip kemanusiaan dan hak asasi universal serta meminta pertanggungjawaban pihak terkait khususnya pemerintahan resmi Myanmar. "Saya juga mengajak semua pihak bangsa Indonesia untuk tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan NKRI. Seraya aktif membantu saudara muslim Rohingya. Mendapatkan bantuan dan hak asasinya untuk hidup damai dan tenteram di tanah kelahirannya," tutupnya.
 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR