Jakarta (Lampost.co) -- Anggota polisi Kompol berinisial C diduga bukan pertama kali memberi minuman keras (miras) kepada mahasiswa Papua. Kompol C bahkan mengaku sudah biasa memberi miras kepada mahasiswa Papua.

"Menurut dia, itu dia sudah biasa bukan hanya sekali ini itu sudah biasa dilakukan," kata Anggota Kompolnas Irjen (Purn) Bekto Suprapto di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Agustus 2019.



Bekto meminta Polri serius menindak tegas Kompol C. "Itu tetap harus diproses baik dari sisi disiplin maupun dari sisi kode etik," ujarnya.

Menurut dia, perbuatan Kompol C tidak bisa dibenarkan sekalipun pembagian miras tersebut dianggap sebagai simbol kedekatan dengan warga Papua.

Perbuatan Kompol C jelas memperkeruh kondisi saat ini. "Itu tidak patut, jadi itu tetap harus diproses baik dari sisi disiplin maupun dari sisi kode etik. Saya langsung berkomunikasi dengan pak Kapolda Jawa Barat dan itu sedang diproses," pungkasnya.

Sebelumnya, dua dus diduga berisi miras dikirim dua anggota polisi kepada mahasiswa Papua yang tengah melakukan aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019.

Namun, pemberian dua dus miras itu ditolak mahasiswa Papua.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR