LIWA (Lampost.co) -- Jajaran Polres Lampung Barat mengamankan dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) sapi di Pekon Bandarbaru, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Dua tersangka itu diamankan pada Kamis 6/9) adalah Zalyadi (35) dan Nazili (54. Keduanya warga Pekon Buaynyerupa kecamatan setempat.

Pencurian sapi itu dilakukan oleh keduanya bersama Paeran (54) warga Pekon Bandarbaru, Sukau yang telah diamankan lebih dulu oleh petugas Polsek Pesisir Utara, Pesisir Barat.



Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto, Jumat (7/9/2018) mengatakan sapi milik Suparjo di Dusun Karya Pekon Buaynyerupa hilang pada Minggu (8/7/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Saat itu korban hendak memeriksa keberadaan sapinya, namun sapi betina milik korban berwarna cokelat tua yang di tambatkan di bawah pohon sudah tidak ada," ujarnya.

Korban berupaya mencari hinggga sejauh 1 km dari tempat kejadian perkara. Namun, Suparjo hanya menemukan tumpukan usus sapi, darah, tali tambang pengikat sapi dan karung plastik. Selanjutnya Suparjo pun melapor ke Polsek setempat. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Balikbukit melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui bahwa dua terduganya adalah Zalyadi dan Nazili.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui bahwa mereka telah mencuri sapi betina warna cokelat tua milik korban Suparjo di kebun secara bersama.
Tersangka mengaku mencuri sapi pada Sabtu (7/7/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pencurian itu dilakukan pelaku Zalyadi dan Nazili dengan cara melepaskan tali penambat sapi dari pohon. Lalu sapi ditarik sambil digiring ke arah kebun berjarak 1km. Sementara temanya Paeran menunggu di lokasi. Sesampainya di lokasi, Paeran langsung memotong sapi tersebut dibantu Zalyadi dan Nazili.

Setelah berhasil dipotong, daging sapi dimasukkan ke dalam karung plastik dan diangkut menggunakan sepeda motor milik pelaku Paeran ke rumahnya.

Para pelaku diamankan berikut barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio warna merah dengan nomor polisi BE-8810-MO, satu buah keranjang plastik, satu buah golok bersarung kayu, satu buah tali tambang panjang 3 m warna abu-abu, satu buah karung plastik warna putih, dan satu buah ponsel merek Hammer warna putih.

Akibat pencurian itu korban mengalami kerugian senilai Rp7 juta.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR