KOTA AGUNG (Lampost.co)--Komplotan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan Modus ganjal mesin berhasil diringkus Tim Khusus Anti-Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus bersama Polsek Pringsewu Kota, Jumat (24/8/2018).

Saat gelar perkara, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma mengatakan,  ketiga tersangka melaksanakan aksinya di ATM BRI minimarket Jalan KH. Gholib Pringsewu Barat dan ATM BRI minimarket Jalan Jendral Sudirman Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu pada Rabu (15/8).



Ketiga pelaku adalah Ep alias Epi (41), DD (34) dan Nof alias Ian (41). Dengan korban Ubi Handayani (32) dan Marni (69), keduanya warga Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu.

Ketiga pelaku merupakan spesialis pembobol ATM lintas provinsi yang kerap melakukan aksi kejahatannya di Tangerang, Banten. "Pelaku Ep bertugas mengalihkan perhatian kasir dengan berpura-pura membeli pulsa. Kemudian Dedi menukar ATM korban dan Ian mengambil PIN korban," kata Kapolres.

Para tersangka diciduk berurutan, Epi warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talangpadang ditangkap pada Jumat (17/8) di kediamannya. Ian (41) warga Pekon Sukarame, Kecamatan Talangpadang ditangkap di rumah mertuanya Sukarame, Bandar Lampung. Sedangkan DD (34) warga Pekon Banding Agung, Kecamatan Talangpadang ditangkap di Pengajaran, Telukbetung Utara 
"Penyidik masih akan terus mendalami untuk komplotan lain dan TKP di wilayah hukum Polres Tanggamus," kata dia.

Dari ketiga tersangka, turut diamankan barang bukti berupa kartu ATM BRI warna Biru milik korban Marni, dua patahan tusuk gigi, dompet warna hitam milik tersangka Nofriansyah, kartu ATM Bank Mandiri berisi uang hasil kejahatan, topi warna merah, dompet coklat milik tersangka Epriyanto, 16 (enam belas) ATM berbagai Bank, baju lengan panjang abu-abu kotak, Celana jeans wrna putih biru, sandal merk cardinal, gergaji besi dan uang tunai Rp26 juta.

Modus para tersangka yakni dengan cara menawarkan bantuan ketika mesin ATM macet. Pada saat itu pelaku menukar kartu milik korban kartu ATM lain yang telah disiapkan. Bersamaan dengan itu Epi mengalihkan perhatian kasir minimarket dengan memesan rokok atau pulsa. Sedangkan pelaku Nof mendekati korban dan mengintip pin korban.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR