BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tiga komplotan pencuri Kendaraan bermotor, yakni Yun (20) warga Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, Jun (36) warga Rajabasa dan Sud (37) warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan, dibekuk unit Reskrim Polsek Kedaton, pada  Sabtu (4/8) pekan lalu.

Bahkan Yun harus dihadiahi timah panas di kaki kakannya, lantaran melawan dan melarikan diri saat hendak dibekuk aparat.



Kapolsek Kedaton, Kompol Anung, mengatakan ketiganya memiliki peran yang berbeda, Yun sebagai eskekutor,  Jun sebagai pemantau lokasi, saat keduanya beraksi. Sedangkan Sud yang mencari pembeli motor hasil curiann mereka.

"Dari tiga tersangka ini salah satunya (red Yun) kita beri tindakan tegas terukur karena berusaha kabur dan melawan petugas” ujarnya di Mapolresta Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (10/8/2018).

Anung menambahkan, awalnya berdasarkan informasi masyarakat dan Lidik aparat memang kerap laporan pencurian di kendaraan bermotor, di sekitar Labuhan Ratu dekat SMP 1 Al-Azhar. Setelah dilakukan Lidik, Yunus diketahui posisinya dan dibekuk ketika sedang beraksi.

Kemudian dari pengkuan Yunus, ia beraksi bersama Jun. Kemudian Jun yang sedang berada di sekitar Batara Nila dibekuk aparat. Lantas, ternyata masih ada pelaku lain, kemudian Sudibyo pun ditangkap.

"Mereka ini beraksi sudah 3 kali, beraksi tapi masih kita kembangkan, dan cari LP lainnya," katanya.

Dari pengungkapan kasus tersebut, diamanakan barang bukti berupa, dua unit sepeda motor, satu unit kunci letter T dan sepucuk senjata api rakitan. 
Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dalam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana selama 7 tahun.

Sementara, Yunus mengaku motor hasil curiannya bisa dijual hingga Rp. 3 juta, ke kawasan Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan bantuan dari rekannya Subdibyo. Hanya butuh waktu 5-10 detik mereka bisa membobol sepeda motor, yang diparkir di ruko, atau rumah yang dalam keadaan kosong. "Uangnya buat jajan, sama foya-foya," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR