BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dewan penyantun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Selatan, menegaskan bahwa kompetisi tidak resmi menjadi bagian penting kesuksesan prestasi olahraga. Oleh karena itu, butuh perhatian khusus dari unsur pengurus yang ada.

"Contoh kecil, sepak bola saja. Kalau kita mengandalkan kompetisi resmi, maka akan sedikit sekali potensi dan bakat atlet Lampung akan tergali, bahkan tidak akan bisa mencetak atlet yang handal, ini fakta. Jadi, kompetisi tidak resmi di seluruh cabor harus menjadi perhatian khusus para pengurus," kata Dewan Penyantun KONI Kabupaten Lampung Selatan, Antoni Imam kepada Lampost.co, Jumat (25/5/2018).



Menurutnya, keyakinan yang diutarakan berdasarkan fakta yang tersirat dan nyata. Sebab, tidaklah mungkin seorang atlet dinobatkan sebagai atlet nasional tanpa diawali dari bawah, yaitu kompetisi antar kampung, antar kecamatan dan sejenisnya.

Oleh karena itu, kedepan pengurus yang ada saat ini wajib memberdayakan kompetisi tidak resmi tersebut. Sehingga, seiring berjalannya waktu Lampung selatan bisa menjadi lumbung atlet dari seluruh cabang olahraga.

"Saya tahu kualitas pak Frans, dan saya selaku bagian dari pengurus akan bekerjasama mengembangkan program ini. Karena, prestasi bisa diraih jika adanya rutinitas pembinaan, dan kompetisi. Sementara, jika mengacu pada jadwal, dalam satu tahun hanya bisa satu atau dua kompetisi saja. Ini jelas tidak maksimal," ujarnya.

Mengenai waktu dan banyaknya kompetisi tidak resmi bisa digelar. Politisi PKS itu mengaku hal tersebut harus disesuaikan dengan jadwal atlet, baik di masa berlatih dan di masa pertandingan resmi. "Yang pasti, waktu dan jadwal kompetisi mengikuti jadwal atlet yang ada. Kalau, atlet itu satu minggu libur dua hari. Maka, waktu libur itulah yang mesti di pakai," tegasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR