BERAWAL dari keinginan berbagi, enam ibu rumah tangga yang terdiri atas Sarlyta, Oktavianty Mala, Sri Wahyuni, Nelviyarni, Ismaniar, dan Lydia Agustina menggagas komunitas Pengumpul Pakaian Layak Pakai (Kompak Lapak). Lewat wadah yang didominasi emak-emak tersebut, mereka saling berbagi pakaian layak pakai untuk mereka yang membutuhkan.

Sarlyta menuturkan sebelum dibagikan pakaian dari para donatur terlebih dahulu disortir, dirapikan, dan diberikan pengharum pakaian. Pensortiran dilakukan menjadi tiga bagian, yakni pakaian layak pakai, pakaian layak pakai curah, dan limbah atau pakaian rusak.



Adapun penyaluran pakaian tersebut dibuat dalam tiga program, yakni reguler setiap pekan, program untuk korban bencana, dan spesial momen seperti saat Hari guru maupun Hari Pahlawan.

"Jadi yang kami sumbangkan yang memang pakaian layak pakai dan curah, sementara yang rusak kami akan cacah dan dibuat kerajinan untuk memberdayakan ibu-ibu sekitar," ujar Sarlyta, saat berkunjung ke kantor harian Lampung Post, belum lama ini.

Komunitas yang terbentuk pada 5 Januari 2018 itu rutin menyalurkan sumbangan pakaian layak pakai setiap Jumat, dengan lokasi berpindah-pindah. Tidak hanya dilakukan di Bandar Lampung, tetapi juga hingga ke Metro dan Lampung Selatan.

"Sasaran kami berbeda-beda, mulai dari korban banjir, korban kebakaran, atau masyarakat umum yang membutuhkan. Saat ini kami justru banyak dihubungi masyarakat karena masih banyak yang membutuhkan bantuan," ujar Sarlyta.

Ia berharap dengan makin banyak masyarakat atau instansi yang antusias turut serta mendonasikan pakaian, gerakan yang diinisiasi para ibu rumah tangga tersebut dapat memberi manfaat untuk masyarakat luas.

Edukasi Masyarakat

Selain menyumbangkan pakaian layak pakai, menurut Sarlyta, Kompak Lapak juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga sanitasi dan kesehatan. Hal tersebut dilakukan dengan melibatkan dokter untuk terlibat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan.

Kegiatan lain seperti donasi buku hingga mainan anak juga dilakukan, dengan menjangkau taman pendidikan Alquran dan kelompok pengajian. Untuk saat ini program donasi buku dan mainan anak telah berjalan di daerah Rajabasa Raya dan Untung Suropati, Bandar Lampung.

"Ke depan, kami juga berkeinginan bisa memberi edukasi dalam bentuk keterampilan kepada ibu-ibu, seperti membuat kerupuk, donat, dan pempek, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah," kata Serlyta.

Berbagai kegiatan yang terus diadakan, menurut dia, juga menyediakan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Meski berbagai kegiatan juga disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan pengurus.

Hingga saat ini, para anggota komunitas Kompak Lapak rutin setiap dua bulan sekali mengikuti pelatihan dan meningkatkan kemampuan pengurus dalam berorganisasi, dengan mendatangkan berbagai pemateri dari luar komunitas.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR