KALIANDA (Lampost.co)--Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) salurkan bantuan seragam sekolah dan tas untuk anak-anak korban tsunami di Lampung Selatan, Jumat (15/2/2019), di GOR Way Handak persisnya depan Wisma Atlit Kalianda yang merupakan hunian sementara (Huntara) bagi warga Desa Tejang Pulau Sebesi.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada anak-anak korban tsunami.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Lampung Selatan. Untuk itu kami dari Komnas Perlindungan Anak datang untuk melihat langsung kondisi terkini anak-anak yang menjadi korban tsunami,” ujar Arist, ketika penyerahan bantuan.



Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait berharap agar anak-anak yang menjadi korban tsunami Selat Sunda mendapat penanganan dan perhatian khusus dari Pemkab Lampung Selatan. Sebab, banyak diantara anak yang menjadi korban tsunami ini menjadi yatim piatu.

"Jangan sampai setelah diberi bantuan lalu mereka ditinggalkan begitu saja. Kami minta perhatian Pemkab Lamsel untuk tetap memantau anak-anak korban tsunami. Meskipun, nantinya mereka sudah tidak lagi tinggal di huntara,” katanya.
Setelah melihat-lihat kondisi warga disana, Arist pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang telah begitu baik dalam penempatan anak-anak korban tsunami. Saat ini, tercatat ada 41 anak korban tsunami yang tinggal di huntara Wisma atlet.
Sementara itu, Kepala Dinas PP-PA Lampung Selatan Rini Ariasih menyampaikan ucapan terima kasih atas support dan bantuan yang diberikan oleh Komnas PA.
"Terima kasih Pak Arist, mudah-mudahan perhatian Komnas Perlindungan Anak ini dapat menjadi semangat bagi mereka (anak-anak,red) untuk memulai kehidupan yang lebih baik,"ujarnya.

Betdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, Kedatangan Komnas PA dipimpin langsung Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait ke Kabupaten Lampung Selatan. 

Turut serta Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang Sumut Junaidi Malik, Sekertaris Jenderal Komnas PA Dhanang Sasongko serta Arcun Jhoni dari Forum Anak Provinsi Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR