PEMBANGUNAN daerah pelosok dapat terealisasi manakala terjadi sinergisitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten.  Dengan begitu, persoalan anggaran yang kerap menjadi batu sandungan pembangunan dapat dikikis dengan mudah.

Sebagaimana halnya pembangunan ruas jalan Suoh—Batubrak, Lampung Barat yang diresmikan Rabu (24/1). Ruas jalan tersebut saat ini sudah dalam kondisi mulus sebagai hasil sinergi pembangunan antara Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Barat.



Jalan Suoh—Batubrak menghubungkan Tanggamus—Lampung Barat. Jalan tersebut dibangun pada era pemerintahan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Ruas jalan Suoh—Batubrak merupakan satu dari sekian banyak ruas jalan yang dibangun Pemprov Lampung.

Tanpa sinergisitas dan komitmen kuat antarlevel pemerintah, mustahil hamparan jalan mulus sepanjang 32 kilometer tersebut dapat terwujud. Sinergi antara Pemprov dan Pemkab pun menjadi berkah bagi masyarakat setempat yang sejak lama terisolasi.

Komitmen Pemprov memutus sejarah Suoh sebagai salah satu daerah terisolasi ditunjukkan dengan kucuran dana Rp20 miliar. Dengan tambahan anggaran Rp20 miliar dari Pemkab setempat, proyek pembangunan jalan di Suoh dapat bergulir pada awal 2017.

Keberadaan ruas jalan Suoh—Batubrak tidak hanya telah memutus isolasi yang telah terjadi puluhan tahun. Keberadaan jalan itu diyakini membuka tabir kekayaan alam dan potensi pariwisata yang selama ini belum tergali maksimal oleh pemerintah.

Kawasan Suoh memiliki kekayaaan alam yang luar biasa. Seperti panas bumi maupun wisata alam. Dengan tersambungnya ruas jalan itu, otomatis transportasi menjadi lebih lancar, masyarakat juga bisa mudah membawa hasil buminya.

Pembangunan infrastruktur jalan di Lampung sudah on the track. Namun provinsi ini memiliki jalan dengan panjang total 1.700 kilometer. Sehingga Pemprov Lampung tetap masih memiliki kewajiban untuk memperbaikinya. Pembangunan infrastruktur juga wajib mengutamakan kualitas, bukan sekadar membangun.

Tidak hanya itu, tentu menjaga jalan agar tetap awet butuh kesadaran pengguna jalan, termasuk pengusaha, agar muatan kendaraannya tidak melebihi tonase ditentukan. Publik Lampung berharap tiap tahun makin banyak jalan mulus di Bumi Ruwa Jurai untuk memperlancar akses dan memutus daerah terisolasi.

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR