BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Yudisial Republik Indonesia bersama Fakultas Hukum Universitas Lampung terus bersinergi dalam mewujudkan peradilan yang bersih. Hal tersebut dikupas dalam workshop "Peran Komisi Yudisial dan Masyarakat dalam Meningkatkan Efektifitas Pengawasan Prilaku Hakim" di Ruang Sidang Fakultas Hukum Univeritas Lampung, Rabu (26/6/2019).

Dalam agenda tersebut dihadiri langsung Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial RI, Tubagus Rismunandar Ruhijat dan Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial RI, Sukma Violetta. Workshop tersebut dihadiri oleh 50an orang peserta dari perwakilan masyarakat, mahasiswa NGO, pemerintah dan media.



Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial RI, Tubagus Rismunandar Ruhijat mengatakan sinergiritas Komisi Yudisial dan Masyarakat Sipil harus terus dioptimalkan untuk mewujudkan peradilan yang bersih. Ia mengatakan masyarakat harus berani melapor apabila menemukan prilaku hakim yang melanggar. "Dalam mengawasi kinerja hakim, Komisi Yudisial tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersinergi kepada semua pihak khususnya masyarakat," katanya dalam sambutannya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Prof. Maroni mengatakan adanya sinergiritas dalam pengawasan bisa membantu para penegak hukum agar science and balance dalam bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dikampusnya ada 2.500 mahasiswa S1, S2 dan S3. Ia juga berharap para mahasiswa terus meningkatkan pengetahuan mengenai hukum.  "Kita ingin di negara kita peradilan yang independen dan bersih dapat terwujud. Sinergiritas dengan masyarakatpun terus dilakukan," katanya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR