SUKADANA (Lampost.co)--Komisi IV DRPD Kabupaten Lampung Timur mengutuk keras perbuatan kedua tersangka mucikari terduga kasus bisnis prostitusi anak di bawah umur berstatus pelajar yang ditangkap petugas Polsek Raman Utara, pada Selasa (8/1/2019).

Komisi IV DPRD Lamtim yang juga membidangi sektor pendidikan itu meminta aparat penegak hukum, khususnya pihak Polres Lamtim, mengusut tuntas dugaan kasus tersebut hingga ke akar-akarnya, dan menindak tegas siapa pun yang diduga terlibat.



Ketua Komisi IV DPRD Lamtim Nanik Hermin Astuti, kepada lampost.co, Jumat (11/1/2019), menjelaskan pihaknya sangat terkejut ketika mendapatkan informasi adanya dugaan kasus bisnis prostitusi yang diungkap Polsek Raman Utara.

Pihaknya juga merasa miris dan prihatin, manakala mengetahui bahwa korban dari bisnis prostitusi ini adalah anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar.

“Kami mengutuk keras perbuatan kedua wanita terduga pelaku yang mengorbankan ketiga anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar tersebut,” kata Hermin.

Berita Terkait: Polisi Bongkar Dugaan Prostitusi Pelajar di Lamtim

Tindakan kedua wanita terduga pelaku yaitu Pl (36) dan BA (21) benar-benar sangat jahat dan tidak pantas ditoleransi lagi. Karena telah mengeksploitasi ketiga korbannya yang merupakan generasi mendatang.

Karena itulah Komisi IV DPRD Lamtim meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Lamtim, dapat mengusut tuntas dugaan kasus tersebut hingga ke akar-akarnya, dan menindak tegas siapa pun yang diguga terlibat di dalamnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR