BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Komisi III DPR RI menyoroti over kapasitas narapidana dan tahanan di Provinsi Lampung. Dari data yang diakses di website Ditjenpas Kemenkumham RI per 12 Juli 2019,  dari 16 LP dan Rutan yang di Provinsi Lampung, saat ini terdapat 8.763 tahanan dan napi, sedangkan total kapasitas hanya mencapai 5.348. 

Jumlah napi dan tahanan terbanyak ada di Rutan Kelas I Bandar Lampung 1.184 orang dan hanya berkapasitas 750 orang. "Kita pertanyakan overkapasitas, tentunya berpengaruh terhadap pelayanan, bahkan adanya temuan dan peredaran narkotika dari balik jeruji besi, hingga keterlibatan oknum sipir, kita harap segera ada tindakan," kata Ketua Komisi III Azis Syamsuddin, Jumat (12/7/2019). 



Dari pertemuan tersebut disepakati untuk menyatukan ide agar mendorong penekanan jumlah napi narkotika dengan mendorong para pemakai untuk direhabilitasi, sesuai dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, bahwa pemakai adalah korban dan harus direhabilitasi.  "Di tingkat penyidikan, peradilan sampai pemasyarakatan  harus satu visi, tadi ada kunjungan tadi sangat penuh sekali, kita Koordinasi dengan aparat, mengurangi orang di LP," ujar Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto.  

Upaya Purwadi memerintahkan jajarannya untuk mengarahkan ke rehabilitasi pada perkara yang ringan (pemakai), dan mendorong peningkatan upaya pencegahan pemakaian narkoba dari aparat. "Bukannya kita melindungi, tapi menekankan penegakan hukum yang efektif diimbangi dengan pencegahan," katanya.

Berkaitan dengan over kapasitas, Kajati Lampung Sartono mendukung penuh upaya rehabilitasi pengguna, dan mendorong aparat mengupayakan pencegahan berimbang dengan penindakan. "Kaalu dari kejaksaan ya kami terima saja perkara yang ada di Polda dan BNN," katanya.

Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga menegaskan tentunya upaya yang dijalankan oleh BNNP sudah searah dengan frame menekan pelaku Narkoba. 

"Kita melakukan pengungkapan jaringan, kemudian kita juga bersama yang lain (jaksa, polisi) ada tim assement terpadu (TAT), yang memang Pengguna kita arahkan assement (rehabilitasi)," paparnya

Kadivas Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi, berharap pemakai hanya direhabilitasi. "Tentunya kita sudah usaha maksimal, memang banyak napi narkoba, terus ada beberapa yang menjadi perantara (di lapas) sudah banyak kita tindak, oknum sipir kayak si Kotabumi kita tindak ditangkap kawan sendiri, upaya pencegahan, razia sudah terus kita upayakan," paparnya.   

 

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR