BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi III DPR RI mendorong agar Provinsi Lampung, khususnya pada institusi penegak hukum memiliki alat mumpuni, untuk melacak dan mendeteksi narkoba.

Hal itu harus disegerakan lantaran,Komisi III mendapatkan paparan dari instansi seperti Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, kalau Bumi Ruwai Jurai menempati peringkat 3 se-Sumatera dan peringkat ke 8 se-Indonesia terkait angka prevalensi pengguna narkoba yang jumlahnya mencapai sekitar 128 ribu jiwa, di umur 10-59 tahun.



"Tentunya harus segera di pengadaan (di pasang) alat deteksi narkoba di jalan Tol (JTTS), kemudian tadi dengan seluruh instansi kapolda, Kejati, Ka BNN, harus sudah dipasang di Bandara (Radin Inten II), yang statusnya sudah internasional," ujar ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin usai melaksanakan kunjungan kerja di Mapolda Lampung, Jumat (12/7/2019).
Kendati rencana pemasangan alat deteksi di jalan ton trans Sumatera merupakan wacana yang baru, namun pemasangan alat tersebut di Bandara memang sudah dibahas bersama Polda Lampung, BNNP Lampung dan Pemprov Lampung beberapa lalu. Namun, pemasangan alat di Seaport Interdiction Bakauheni juga sangat penting. 

Mengingat, arus utama dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya hanya satu titik, lalu Kendati pengungkapan jaringan Narkoba di Seaport sudah maksimal, sementara polanya masih manual dengan menempatkan personel dan penjagaan ketat.
Azis akan merekomendasikan pemasangan alat tersebut di Seaport selain di Bandara dan tol yang jadi prioritas.

Namun, Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto, enggan memberikan komentar ketika ditanya, soal rencana pemasangan alat deteksi di Seaport Interdiction Bakauheni. "Udah cukup ya, waktunya," kata Kapolda. 

Sebelumnya, Pemprov, Polda Lampung dan BNNP bakal membahas secara spesifik pemasangan alat di Bandara Internasional Radin Inten II,  yang kini telah berstatus bandara Internasional, dan menjadi lubang besar masuknya barang haram. Namun belum ada langkah kongkrit untuk mengantisipasi hal tersebut. Langkahnya dengan memperkuat pengawasan, dan penambahan alat pendeteksi narkoba dalam jumlah yang siginifikan

"Saat ini dilihat penjagaannya, pencegahan belum siap pasti bisa masuk. Tapi kita nggak bisa apa-apa. Padahal itu harusnya jadi priotitas," ujar Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga beberapa waktu lalu. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR