BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah provinsi Lampung memperingatkan masyarakatnya untuk semakin mewaspadai kiriman pesan melalui media sosial yang mencantumkan website palsu. Terlebih, konten dalam kiriman tersebut berunsur berita bohong (hoaks) dengan tujuan pengirim untuk mencari keuntungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Lampung, Achmad Chrisna Putra menjelaskan masyarakat Lampung harus selalu waspada dan semakin cerdas dalam menilai kiriman-kiriman pesan media sosial untuk mencari keuntungan dengan cara merugikan masyarakat dengan mengatasnamakan merk produk ternama disertai website tidak resmi.



"Contohnya postingan di WhatsApp beberapa hari terakhir tentang link phising McDonald's Indonesia yang memberi kupon gratis Rp255 ribu jika membuka link yang tercantum dalam pesan itu," kata Chrisna kepada Lampost.co, Senin (4/6/2018).

Menurutnya, kewaspadaan itu patut dilakukan, karena membuka website palsu tersebut berakibat pada pencurian data yang tersimpan dalam telpon genggam pembukanya, bahkan terserang virus. "Jadi jangan mudah percaya dengan pesan yang disebarkan orang," ujarnya.

Atas penyebaran website palsu yang semakin masif itu, lanjutnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Polri mengeluarkan surat edaran berisi peringatan untuk tidak memposting alamat palsu dan kejadian yang bisa meresahkan masyarakat, seperti teror bom dalam pesawat.

Sebab, kata dia, tiap postingan selalu dipantau oleh pihak kepolisian dan Kominfo dan sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam memerangi konten negatif yang berbau sara, pornografi, dan radikaliame. Masyarakat bisa melaporkan pengaduan tentang konten negatif tersebut melalui website resmi Kemenkominfo.

Dia menyadari, pihaknya tidak bisa langsung memantau konten negatif, karena pemantau langsung dari perwakilan masing-masing media sosial di Indonesia yang selanjutnya dilaporkan ke Kemenkominfo untuk ditindaklanjuti.

"Masyarakat harus bijak menggunakan media sosial. Kalau pengawasannya sudah ketat, tetapi masih ada yang menyebarkan konten negatif maka akan percuma saja. Namun, kalau kondisi di Lampung belum terlihat marak postingan-postingan yang berbau sara, tetapi saja harus cerdas dan waspada," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR