LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 June
5220
Kategori Generasi Emas
Penulis Rudiyansyah
LAMPUNG POST | Kolaborasikan Pendidikan Montessori dan Keislaman
Siswa dan guru TK Lovely Bee Limos Kemiling, Bandar Lampung, berfoto bersama saat melakukan rekreasi ke wisata kebun di Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Dok. LAMPUNG POST

Kolaborasikan Pendidikan Montessori dan Keislaman

TAMAN Kanak-kanak (TK) Lovely Bee Lampung Islamic Montessori School (Limos) menggabungkan metode pendidikan Montessori yang memberikan kebebasan anak berkreasi secara mandiri dan mengembangkan setiap bakatnya dengan konsep pendidikan Islam. Hal tersebut, menurut Kepala TK Limos Nyai Supartini, dilakukan untuk menggali lengkap kecerdasan setiap anak yang sedang memasuki masa perkembangan emas kecerdasannya.
Dalam menerapkan metode Montessori tersebut, menurut Supartini, para guru terbiasa memandang setiap anak memiliki karakter dan kecerdasan masing-masing. "Kami mendidik setiap anak untuk aktif dan berkembang sesuai dengan fitrahnya masing-masing, karena kami meyakini setiap anak lahir dengan keunikan dan kecerdasannya masing-masing," kata dia, Jumat (16/6/2017).
Untuk memaksimalkan penerapan metode pendidikan yang dikenalkan oleh Maria Montessori, dokter sekaligus pendidik asal Italia tersebut, siswa di sekolah yang beralamat di Jalan Teku Cik Ditiro, Perum Wisma Mas Blok G II No. 6, Kemiling, Bandar Lampung, ini lebih sering mengikuti berbagai kegiatan dibandingkan duduk di dalam kelas.
Siswa belajar dari berbagai kegiatan dan pengalaman langsung seperti membersihkan kelas dan lainnya. Melalui aktivitas tersebut, secara tidak langsung anak dilatih untuk mengembangkan kecerdasan matematika, seni, hingga kemampuan bahasa. Menjadi salah satu sekolah yang pertama di Bandar Lampung yang menerapkan metode Montessori dan pendidikan agama Islam sekaligus, menurut Supartini, hal tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan para orang tua siswa.
"Saat ini banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya juga sudah mendapatkan bekal agama sejak dini sehingga kami berinisiasi memberikan pendidikan Islam sejak dini," ujar dia.
Untuk menanamkan pengetahuan keagamaan tersebut, para siswa juga dididik untuk terbiasa melakukan berbagai kegiatan keagamaan, seperti mengaji, melaksanakan ibadah salat, hingga bersedekah.
Penanaman pendidikan akhlak juga dilakukan seperti dengan membiasakan siswa mengucapkan salam dan selalu mendahulukan doa sebelum melakukan setiap kegiatan. Untuk kemampuan berbahasa, menurut Supartini, di sekolah yang kini memiliki sekitar 30 siswa tersebut sudah mengenalkan bahasa inggris dalam kegiatan bermain sehari-hari di sekolah.
Setiap guru terbiasa memberikan perintah menggunakan bahasa inggris sehingga siswa cepat memahaminya. "Kami berusaha menggunakan metode pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak, tidak konvensional, supaya mampu menstimulan kecerdasan majemuk siswa," kata Supartini.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv