KALIANDA (Lampost.co)-- Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerjunkan 70 personel untuk memperkuat pemeriksaan kendaraan dan barang di pintu masuk Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan sejak Jumat- Rabu (17-22/5/2019). Dandim 0421/Lamsel Letkol Kav. Robinson Bessie mengatakan sesuai perintah Komando dan membantu kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD), TNI mengerahkan 65 personel di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni selama enam hari mulai 17 hingga 22 Mei 2019. Rinciannya 30 personel dari Kodim 0421/LS dan 35 personel dari Brigif Marinir 4 Piabung.

"Kami siap dan siaga mengantisipasi perkembangan situasi sebelum, selama dan setelah penetapan hasil Pilpres oleh KPU Pusat pada Rabu (22/5/ 2019)," kata Dandim saat meninjau personelnya di pintu masuk SI Pelabuhan Bakauheni, Minggu (19/5/2019). Dalam melaksanakan tugasnya, Dandim meminta personel membantu kepolisian melakukan pemeriksaan orang, kendaraan dan barang seperti senjata api, senjata tajam, Handak, Narkoba dan barang berbahaya lainnya.



"Saya harap kepada anggota dilapangan agar bekerjasama dengan kepolisian dalam melakukan kegiatan pemeriksaan secara humanis dan menjaga kenyamanan masyarakat," kata Letkol Kav. Robinson Bessie. Ia mengaku terus memantau perkembangan situasi wilayah dengan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah menjelang pengumuman KPU Pusat. "Kami minta masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk memecah belah persatuan NKRI," pungkasnya.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR