BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi III DPRD Bandar Lampung dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dalam melaksanakan fungsi dibidang pengawasan pada proyek pembangunan tiga fly over yang menelan anggaran hampir seratus miliar di kota Tapis Berseri.

"Itu dana pembangunan tiga fly over dapat ngutang, tetap dibayar dari pajak dan retribusi rakyat. Tapi hasilnya jauh panggang dari harapan. Bahkan diduga kuat asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi. Dewan cuma diam saja," kata Iwan Kordinator Koalisi Anak Rakyat, Selasa (3/4/2018).



Pertama, flyover MBK ditemukan kondisi retak pada sisi bagian dekat MBK. Komisi III bak macan ompong tak berdaya menghadapi Dinas PU dan rekanan. Lalu Flyover Kemiling dan Pramuka juga bernasib sama. Banyak ditemukan keretakan. Lagi-lagi Komisi III tak bergigi dalam menjalankan fungsi pengawasan. Padahal pembangunnya menelan anggaran hampir Rp50 miliar.

"Dewan memang sudah sidak tapi lagi-lagi tak ada hasilnya. Cuma hit and run," kata dia.

Untuk itu, Koalisi Anak Rakyat meminta BPK untuk turun mengaudit dan KPK turun untuk memantau apakah ada ketidaksesuaian spesifikasi dan korupsi sejak proses hingga pekerjaannya. “Sebab tak ada lagi tempat yang kami percaya untuk mengadu. Dewan tak bergigi, Jaksa pun seakan tak bernyali. Kami akan laporkan temuan-temuan ini ke KPK agar turun memantau dan menyelidiki. Kalau perlu disadap ajah dan penjarakan siapa saja yang terbukti terlibat dalam sengkarut proyek flyover," kata dia.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Wahyu Lesmono tidak mempesoalkan anggapan terebut. Namun alangkah baiknya jika berbicara sesuai fakta. “Ya boleh boleh aja dia biacara tapi harus punya faktanya dong, kita mah gak perlu dipanas panasin kita kerja sesuai aturan, itukan sudah diperbaiki, tidak menggangu konstruksi beton, kan emua udah dipanggil, dari PU, konsultan, LPJKA ada, kan jelas,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu DPRD sudah bekerja sesuai aturan yang ada tidak seperti yang dituduhkan. “Dia harus punya data dong kalau kita tidak bekerja, kita bukan eksekutor gebukin orang, pakai aturan, ompong itu kan artinya penakut, kita kan sudah panggil semua pihak termasuk rekan media untuk ekspos,” kata dia.

Kini pihaknya juga mengklaim bahwa beton yang digunakan unuk pembangunan flyover tersebut sudah sesuai standar sehingga tidak ada persoalan dengan beton yang digunakan. “Bicara soal beton sudah sesuai standar, spek kontraknya, kita bicara objektif juga, ini sekarang kan masih dalam tahap perbaikan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR