BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Meski divonis rendah selama 6 bulan pidana penjara, Perdamaian Zai (56), mantan Kasubsi Pengukuran BPN Pringsewu, melalui penasehat hukumnya hari ini, Jumat (13/7/2018) mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (13/7/2018).

Jono Parulian penasehat hukum terpidana Perdamaian Zai, ditemui seusai mengajukan banding di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang menyebut jika putusan PN belum mempertimbangkan fakta hukum di persidangan.



Jono bahkan menyebut jika kasus klienya janggal dan terkesan dipaksakan lantaran sudah 1,3 tiga tahun menggantung baru disidangkan, menurutnya jika klienya betul terkena OTT tidak perlu lama menunggu lama kasus sudah dapet disidangkan. "Kita lihat saja kasus yang di OTT KPK apakah menunggu lama. Tidak kan, karena semua sudah terbukti dan ada buktinya," kata dia.

Menurut dia, pengajuan banding bukan soal pidana rendahnya tetapi fakta di persidangan tidak dilihat secara keseluruhan oleh majelis. "Yang jadi pertanyaan apa kesalahannya terpidana ini, itu yang harus diungkapkan," katanya.

Jono mengatakan jika pihaknya mengajukan banding dengan begitu dia melawan ketidakbenaran yang ada. "Kalau sudah melawan berarti tidak ada kesalahan terdakwa, secepatnya akan kita serahkan memori banding dalam minggu ini," katanya.

Yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini, kata Jono, adalah saksi Saipul, karena dia berperan sebagai Kasubsi Hak Tanah dan Pendaftaran tanah di BPN Pringsewu. Dia (Saipul) tahu betul karena si pemohon pertama kali bertemu dengan saksi (Saipul) kemudian pemohon menyerahkan berkas berikut uang. Tapi saksi Saipul tidak pernah jadi tersangka dalam perkara ini, begitu juga dengan pemohon sertifikat. Kita berharap ada tindak lanjut dari perkara ini," katanya.

Sebelumnya perdamaian Zai (56), mantan Kasubsi pengukuran BPN Pringsewu dengan pidana penjara selama enam bulan, lantaran melanggar Pasal 12 huruf E Juncto Pasal 12 A UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Hal ini terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (9/7/2018).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR