BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Intan menarik perhatian banyak kalangan, termasuk penanggung jawab program Kelompok Studi Kader (Klasika) Een Riansahikut mengomentari peristiwa tersebut.

Terlebih, peristiwa tersebut terjadi di kampus yang berlatar belakang agama. "Peristiwa ini merupakan hal luar biasa karena kasus pelecehan seksual justru terjadi di lingkungan perguruan tinggi dalam hal ini kampus. Lebih miris lagi hal ini justru terjadi di kampus berbasis agama terbesar di Lampung," ujar pria yang juga penggiat pendidikan itu, Jumat (11/1/2019).



Ia menjelaskan peristiwa itu bukan pertama kalinya di kampus tersebut. Sebelumnya pernah terjadi tiga kasus pelecehan dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, kasus yang sama juga sempat terjadi di Universitas Lampung belum lama ini.

"Hal ini sangat miris terlebih ini dilakukan oleh oknum pendidik yang harusnya memberikan contoh moral yang baik pada anak didiknya," kata Een.

Ia harap peristiwa itu tidak hanya menjadi perhatian bagi aktivis perempuan. Lembaga pendidikan, akademisi, lembaga hukum, dan pihak terkait lainnya harus memberi perhatian yang lebih terhadap kasus ini. Agar selanjutnya tidak lagi terjadi kasus yang sama.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR