Jakarta (Lampost.co) -- Direktur Warisan dan Diplomasi Kebudayaan Kemendikbud Nadjamuddin Ramly mengatakan akan segera meminta klarifikasi Malaysia terkait penggunaan kostum kuda lumping dalam unggahan di akun instagram @missgrandmalaysia beberapa waktu lalu.

Nadjamuddin menyebut Malaysia harus menjelaskan mengapa untuk kesekian kalinya mengklaim budaya warisan Indonesia sebagai bagian dari warisan negara mereka.



"Ada ketidakjujuran dari Malaysia dan rakyatnya. Ini hal yang berulang-ulang. Bagaimana (bisa) Malaysia mengklaim warisan budaya leluhur Indonesia menjadi warisan mereka," ujar Nadjamuddin melalui sambungan telepon dalam Metro Siang, Selasa 3 Oktober 2017.

Dalam unggahan tersebut, foto pemenang Miss Grand International Malaysia Sanjeda John mengenakan kostum kuda lumping lengkap dengan keterangan yang menyebut bahwa tradisi bernama Kuda Warisan itu berasal dari komunitas Jawa yang dibawa oleh Belanda dan Jepang ke Johor dan Selangor sekitar abad 20.

Namun, Nadjamuddin menegaskan bahwa migrasi komunitas Jawa itu berbeda dengan budaya Jawa sesungguhnya. Malaysia dan Indonesia memang memiliki banyak kesamaan, tapi tidak dengan budaya Jawa.

"Memang Malaysia banyak kemiripan dengan Indonesia tapi kalau Jawa tidak. Karena Jawa itu khusus hanya ada di Pulau Jawa bukan warisan leluhur (Malaysia) yang sama dengan Indonesia," katanya 

 

 


Klaim budaya Indonesia oleh Malaysia bukanlah yang pertama. Tercatat, negara yang terkenal dengan Menara Petronas itu sudah beberapa kali mengklaim budaya dan warisan Indonesia.

Sebelum kostum Kuda Lumping, Malaysia mengklaim angklung, batik, tari pendet, bahkan alat musik gordang sembilan adalah milik mereka. Namun klaim Malaysia gugur manakala UNESCO mengesahkan bahwa budaya dan warisan tersebut milik Indonesia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR