TANGGAMUS (Lampost.co) -- Karang Sari merupakan salah satu Pekon atau Desa yang terdapat di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. 

Peserta KKN dari IPB,  Ruqqoyah mengatakan kepada Lampost.co,  Jumat (16/8/2019) bahwa mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani perkebunan dengan komoditas utama didaerah ini adalah coklat, lada, dan kopi. 



Hasil dari perkebunan ini sebagian besar dijual ke pengepul atau dibuat menjadi beberapa produk olahan seperti Dodol Pisang, Gula Kopi, Sale Pisang, dan lain sebagainya. 

Akan tetapi pengetahuan mengenai teknik pengemasan dan pemasaran masih sangat minim didaerah ini karena kurangnya fasilitas membaca untuk menambah wawasan terkait dengan peningkatan ekonomi Desa.

"Beranjak dari permasalahan ini, kelompok KKN Bilateral Unila dan IPB yang melaksanakan kegiatan KKN di Pekon Karang Sari memiliki inisiatif untuk mendirikan perpustakaan desa yang pertama kali, " kata dia. 

Bekerjasama dengan aparat Pekon dan tokoh masyarakat setempat, perpustakaan desa telah berhasil didirikan dan diresmikan pada 7 Agustus 2019 da diberi nama “Literasi Karang Sari”. 

Mahasiswa KKN bekerja sama juga dengan beberapa komunitas baca terkait dengan pengadaan bantuan buku diantaranya 1001 Buku, Griya Literasi, dan Komunitas Baca Soka.

Konsep yang diangkat dari perpustakaan desa ini adalah Rumah Baca yang membebaskan warga untuk membaca disuatu lokasi yang telah ditentukan dan tidak dikenai biaya sepeser pun. 

Lokasinya sendiri merupakan hasil kerjasama antara Mahasiswa KKN Bilateral Unila & IPB dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Dusun Batu Ruguk, Pekon Karang Sari, Tanggamus dengan menggunakan beberapa fasilitas dari TPA seperti rak buku dan meja.

Koleksi buku sementara yang dimiliki oleh rumah baca ini adalah buku-buku tentang keagamaan, pendidikan anak, dongeng, dan ensiklopedia. 

"Rumah Baca ini sedang dalam tahap pengembangan dengan menambah koleksi bukunya dan merambah ke bidang lain yang mampu membantu masyarakat dalam peningkatan ekonomi desa seperti buku-buku tentang pertanian, teknik pengemasan, metode pemasaran yang efektif, dan lainnya," paparnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR