SHANGHAI (Lampost.co) -- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Shanghai membuka seluas-luasnya bagi anak-anak bangsa untuk menekuni pendidikan dan belajar budaya ke Tiongkok.  Selama berada di Negara Panda, Lampung Post secara kasat mata melihat langsung perusahaan besar manufaktur lahir di dataran Tiongkok.

 “Anak-anak bangsa patut menuntut ilmu ke Tiongkok. Di sini masa depan industri yang dibutuhkan Indonesia. Bahkan Tiongkok sendiri memberikan beasiswa kepada anak-anak Indonesia,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Deny W. Kurnia kepada wartawan usai acara peringatan Detik-detik Proklmasi RI di Kota Shanghai, Sabtu, 17 Agustus 2019.



KJRI untuk Shanghai juga mengajak putra-putri Indonesia, khususnya dari Lampung untuk kuliah di perguruan tinggi di Negara Tiongkok. Negeri Tirai Bambu adalah masa depan memperdalam ilmu pengetahuan manufaktur, teknologi baru digital, serta ketahanan di bidang industri pangan. “Di sini tempatnya. Dan KJRI akan memfasilitasi WNI yang ingin kuliah di Shanghai juga provinsi lainnya di Tiongkok," kata Deny.

Wartawan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain melaporkan dari Shanghai, saat memperingati HUT ke-74 RI di KJRI, banyak mahasiswa yang hadir pada acara hari bersejarah bangsa Indonesia. Mereka berasal dari Jawa Timur, Bogor, bahkan Kalimantan.

Data dari Kementerian Pendidikan Tiongkok, pada 2011 saja, jumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia di Tiongkok mencapai 10.957 orang atau menempati peringkat tujuh di bawah Rusia. Sedangkan mahasiswa dan pelajar terbanyak berasal dari Korea Selatan, Amerika Serikat.

Sejumlah mahasiswa yang ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-74 RI di Shanghai, mengatakan studi di Tiongkok menawarkan banyak kelebihan dibandingkan dengan belajar di negara lain. Antara lain, biaya hidup jauh lebih murah dibandingkan negara lain.

Belum lagi mutu pendidikan yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Selam sepuluh tahun terakhir,  Tiongkok berinvestasi besar-besaran dibidang pendidikan. Mengapa? Karena negara yang menyimpan peradaban sebelum tahun masehi itu, sangat sadar bahwa syarat utama negara kuat, berdaya saing global di tangan warga negara yang cerdas.

Jalan tol yang menembus gunung bebatuan. Jalan bebas hambatan juga berada di atas laut, belum lagi kereta api cepat 300 km/per. Tiongkok pun menciptakan alat-alat rumah tangga serta telepon seluler supercanggih.
 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR