JAKARTA (Lampost.co) --Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen penuhi panggilan Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan makar, namun kali ini Kivlan Zen hadir sebagai saksi atas kasus makar yang dialami Eggi Sudjana. "Hari ini hadir sebagai saksi dari kasusnya laporannya bang Eggi Sudjana," kata Kuasa Hukum Kivlan Zen, Pitra Romadoni di Polda Metro Jaya, Kamis, (16/5/2019).

Eggi Sudjana sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Kepolisian menetapkan tersangka kepada Eggi Sudjana setelah video dirinya yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media sosial.



Kehadirannya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar Pitra Romadhoni menyebut kliennya akan selalu kooperatif terhadap panggilan kepolisian.

Mengingat Kivlan Zen juga memiliki status sebagai terlapor dalam kasus yang sama yaitu makar. Kuasa hukum Kivlan mengaku kliennya tersebut akan bersikap baik sebagai terlapor di Bareskrim Polri, maupun sebagai saksi di Polda Metro Jaya. "Pak Kivlan selalu kooperatif, selalu menghormati proses hukum. Enggak ada masalah," ujar Pitra Romadhoni.

Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi Sudjana pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.

Saat ini, Eggi yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Kemudian, pada Selasa (14/5/2019) pukul 23.00 WIB penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan.

Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR