METRO (lampost.co) -- Bangunan kios penampungan Pasar Cendrawasih Metro yang terbakar beberapa waktu lalu kini sudah dibangun kembali. Pembangunan yang dilakukan sendiri oleh para pedagang yang kiosnya terbakar tersebut hampir selesai, Jumat (27/4/2018). Bahkan ada beberapa kios milik pedagang yang sudah selesai dibangun dan sudah mulai berdagang kembali.

Sebelumnya diberitakan kios pedagang di pasar penampungan Cendrawasih Metro dilalap sijago merah, Jumat (13/4/2018) lalu. Akibat musibah tersebut sekitar 100 lebih kios milik pedagang di pasar tersebut ludes dilalap api.



Pascakejadian itu Pemkot Metro kemudian berjanji akan membantu membangun kembali kios di pasar penampungan Cendrawasih yag ludes terbakar tersebut. Namun kios yang akan dibangun bentuknya terbuka dengan atap seng dan tiang kayu.

Namun karena bantuan tersebut dinilai lambat maka beberapa hari pasca kebakaran para pedagang kemudian membersihkan sendiri lokasi pasar yang terbakar tersebut. Setelah dibersihkan dengan biaya sendiri  kemudian membangun kembali kios-kios mereka yang sudah ludes terbakar sebelumnya.

Salah satu pedagang di pasar penampungan Cendrawasih yang kiosnya juga ludes terbakar, Yanto, kepada lampost.co, Jumat (27/4/2018) menjelaskan, para pedagang terpaksa membersihkan dan membangun sendiri kios mereka yang terbakar karena bantuan yang dijanjikan Pemkot Metro dinilai lambat. Meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit yaitu minimal Rp5 juta masing-masing pedagang akhirnya membangun sendiri kios mereka.

"Bagaimana kami mau menunggu bantuan yang dijanjikan itu datangnya lambat. Bantuan itu baru tiba disini tiga hari yang lalu, sementara kios yang kami bangun dengan biaya kami sendiri ini sudah selesai dan siap untuk ditempati kembali," katanya.

Menurutnya, para pedagang terpaksa harus membangun kembali kios mereka yang terbakar dengan biaya sendiri, juga dikarenakan tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab selama ini dari usaha berdagang itulah mereka mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara kalau harus menunggu terlalu lama, itu artinya sama sekali tidak memperoleh penghasilan apa-apa dan dari mana mereka memperoleh uang untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.

Kemudian dia juga berharap meski sebagian besar kios-kios yang terbakar tersebut sudah selesai dibangun kembali oleh masing-masing pedagang, bantuan yang disampaikan oleh Pemkot Metro seperti kayu atau atap seng tetap disalurkan merata kepada seluruh pedagang yang terkena musibah. Artinya jangan hanya pedagang yang belum membangun kiosnya sendiri saja yang diberi bantuan, tetapi pedagang yang sudah membangun kios dengan biaya sendiri juga harus diberi bantuan yang sama. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial antar sesama pedagang yang terkena musibah.

"Kami minta agar bantuan tersebut disalurkan merata ke seluruh pedagang yang terkena musibah agar tidak terjadi kecemburuan sosial antar sesama pedagang," ujar Yanto.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR