BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tanah kosong di sisi kiri Jalan H. Komarudin dan sisi kanan Jalan Kapten Abdul Haq terhampar. Ratusan meter lahan dengan lebar sekitar 7 meter itu awalnya berupa berbagai bangunan dan kios. Namun, terpaksa dilakukan penggusuran dari Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai langkah untuk membangun jembatan layang.

Kios yang awalnya digunakan sejumlah pedagang kecil untuk berjualan setiap harinya, kini pun harus rata dengan tanah dengan nilai ganti rugi Rp2,5 juta per meter. Kendati demikian, penyewa kios yang berdagang nasi goreng, penjahit, fotocopy, countee ponsel harus mensiasati tempat usahanya yang baru, seperti berdagang menggunakan gerobak.



Salah seorang pedagang di kawasan tersebut, Angga menjelaskan ratusan meter lahan itu meratakan sejumlah kios. Kendati demikian kondisi itu tidak dikeluhkan masyarakat. Hanya saja, pedagang terpaksa harus mencari lokasi usaha yang baru.

"Kalau pastinya saya tidak tahu pindah kemana. Tapi, sekarang ada yang berdagang di rumah, menyewa kios di daerah lain, dan ada juga yang menggunakan gerobak, seperti nasi goreng," kata pedagang ketela itu, Senin (1/7/2019).

Menurutnya, pembangunan fly over itu secara khusus dia meyakini tidak akan mengganggu usahanya. Sebab, proyek itu hanya berlangsung selama ditahun 2019 ini saja. Hanya saja, dirinya harus mensiasati dagangannya agar tidak terkena debu proyek. "Saya tidak mengkhawatirkan pekerjaan pemerintah ini," ujarnya.

Senada, Pedagang Martabak Manis, Daffa mengatakan lahan yang digusur itu terdiri dari beberala bangunan kosong, seperti cafe yang sudah tidak beroperasi dan Sekolah Dasar yang seluruh kegiatannya sudah dipindahkan. Selain itu ada pula beberapa kios yang disewakan. "Dengan lahan yang akan dibangun flyover itu, maka pedagang juga harus mencari tempat baru," kata dia.

Dia melanjutkan, lahan yang digunakan itu di salah satu sisi jalan. Sehingga, kios yang digunakannya untuk berjualan tidak terkena penggusuran. Dia pun mengaku saat dimulainya proyek itu, dirinya hanya perlu menjaga agar dagangannya tidak terganggu. "Saya akan sedikit memindahkan barang dagangan sedikit kedalam agar agar tidak terkena debu proyek," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR