SINGAPURA (Lampost.co)--Peremuan Trump dengan Kim Jong-Un diharapkan memberikan progres perdamaian dunia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo meyakini bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) membuka peluang perdamaian dan kemakmuran bagi negaranya.
 Dalam konferensi pers di Hotel JW Marriot, Singapura, Senin (11/6/2018), Pompeo menyuarakan keyakinannya berdasarkan ucapan Presiden AS Donald Trump itu.
 "Presiden Trump meyakini bahwa Kim Jong-un sudah membuka peluang untuk melakukan perubahan menuju kebaikan dalam hubungan kedua negara. Tentunya membawa perdamaian dan kemakmuran untuk negaranya," ujar Pompeo.
"Faktanya, dua pemimpin ini mau untuk duduk bersama adalah tanda potensi besar meraih keuntungan rakyat antar kedua rakyat dan seluruh dunia," imbuhnya.
Tetapi Pompeo menambahkan bahwa sanksi tidak akan berarti apapun kecuali Korut melakukan denuklirisasi secara penuh.
"Denuklirisasi secara penuh, terverifikasi dan tidak akan ditarik kembali di Semenanjung Korea adalah satu-satunya yang bisa diterima oleh Amerika Serikat," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga dan Pemerintah Singapura. Menurut Trump, Singapura negara tepat untuk pertemuannnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
 
"Kami sangat tertarik dengan pertemuan yang akan dilakukan besok, dan saya berpikir semua akan bekerja bersama dengan baik," ucapnya saat makan siang bersama dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, di Istana, Singapura.
"Amerika Serikat sangat mengapresiasi keramahan dan profesionalisme dan persahabatan yang Singapura berikan kepada kami," imbuhnya.

Tidak diketahui apa yang menjadi pembahasan kedua pemimpin, namun diduga keduanya membahas mengenai persiapan KTT AS-Korea Utara.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR