PILOT pesawat maskapai Aeroflot mengatakan kilat menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Sebanyak 41 orang tewas akibat jatuhnya pesawat jenis Sukhoi Superjet-100 di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Pilot Denis Yevdokimov mengatakan bahwa pesawat kehilangan komunikasi.

Dia menilai pesawat juga perlu beralih ke mode kontrol darurat karena kilat yang menyambar. Kendati dirinya tidak merinci apakah pesawat tersebut tertabrak langsung oleh kilat. "Kami berhasil memulihkan komunikasi melalui frekuensi darurat pada koneksi radio kami. Tapi tautan itu hanya dalam waktu singkat dan terus terputus," katanya, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, (7/5/2019).



Sementara itu, video viral di media sosial menunjukkan pesawat mendarat dan melaju di landasan dengan api yang menyala. Orang-orang terlihat melompat dari seluncur tiup di bagian depan dan berlari menjauh dari pesawat. Di video lainnya terlihat kobaran api dari luar jendela dan para penumpang yang berteriak panik. Yevdokimov mengatakan dia yakin pesawat terbakar saat mendarat.

"Kemungkinan besar karena tanki bahan bakar penuh," imbuh dia. Selain korban tewas, sembilan orang dirawat di rumah sakit.

Menurut pihak berwenang, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Pesawat Sukhoi Superjet-100 lepas landas dari Sheremetyevo pada pukul 18.02 waktu setempat. Para pejabat bandara mengatakan tidak lama setelah lepas landas, awak kabin mengirimkan sinyal bahaya.

Situs pelacak penerbangan, Flightradar24 menunjukkan pesawat berputar-putar dekat ibu kota sebelum mendarat. Saat ini kotak hitam telah ditemukan dan diserahkan kepada penyidik.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR