DUA pekan lalu keponakan kami mengalami kecelakaan dan maut menjemputnya. Kiamat kecil di dunia ini datang salah satunya kematian. Keponakan yang sudah tumbuh besar duduk di kelas tiga sekolah menengah pertama itu, mesti kami ikhlaskan pergi selamanya.
Mungkin jasadnya tidak ada lagi, tetapi kenangan bersamanya masih selalu kami kenang. Takdir sudah dituliskan di lauhmahfudz mulai dari jodoh, rezeki, dan maut. Tentang kiamat kecil ini, sungguh menjadi pelajaran sangat berharga bagi keluarga yang berpikir bahwa maut hadir tidak mengenal usia. Tentang sebuah aroma ikhlas, mampu menerima apa yang sudah terjadi di luar prediksi.
Beberapa waktu silam, saya pernah mendapat pengalaman yang saya pikir layak diceritakan, yakni tentang ikhlas. Suatu ketika, saya dan rekan di mengikuti lomba fotografi tentang suatu produk dapur rumah. Pilihan lokasi sudah ditentukan, lalu proses jeprat-jepret juga dimulai. Hasilnya memuaskan. Foto hasil karya kami memang bagus, ada pemandangan yang tidak biasa, yakni dengan latar belakang anggrek.
Namun, karena rekan saya tadi yang menjadi member produk tersebut, namanya lah yang terdaftar di lomba tersebut. Alih-alih kalau menang hadiah kita bagi 50:50, tetapi rencana tersebut berubah.
Selang beberapa bulan kemudian, ia update status di media sosial, foto kami masuk 100 besar nasional, hadiah dari produk dapur itu ia didapatkan. Namun, saya tidak kunjung diberi kabar olehnya. Saya mendapat informasi, bahwa keluarganya sedang susah. Saya pun ikhlas mengubur komitmen kami dari awal tadi untuk berbagi hadiah.
Namun tidak disangka, tahun berikutnya saya dan kawan lainnya mendapat sponsor cukup besar tentang produk dapur tersebut. Saya percaya bahwa melakukan apa pun di dunia ini dengan ikhlas, ada ganjarannya. Percayalah di langit ada yang Mahamelihat.
Khusus tentang langit, ada video durasi singkat menunjukkan bahwa kita (manusia) tidak terlihat wujudnya jika dilihat dari sudut paling tinggi di antariksa. Video dimulai dari sepasang kekasih yang duduk di taman luas. Video vertikal itu merekam kekasih tersebut dari skala 1:50, sampai 1:10 pangkat 24.
Video terus memuncak sampai ke langit, antariksa, dan galaksi. Gambar di video hanya terlihat kumpulan berkas cahaya dari benda angkasa. Lalu video dengan kecepatan lebih kembali lagi ke bumi, dengan skala yang besar menuju makin kecil.
Video menunjukkan galaksi, planet, dan bumi, kemudian sampai kepada kulit sepasang kekasih yang berada di taman tadi. Video dilanjutkan dengan masuk ke kulit tubuh sepasang kekasih, sampai ke ukuran paling kecil masuk ke jaringan, sel, dan atom. Video itu mempelajari sel sebagai benda paling kecil dan antariksa benda-benda yang besar, yang sudah patutnya bahwa kita percaya ada suatu pencipta di dunia ini.
Kiamat kecil terlihat ada tanda-tandanya, tinggal saatnya menunggu kiamat besar, tata surya runtuh, kapankah trompet sangkakala ditiupkan ke bumi?

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR