LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 11 June
7672
Kategori Pariwisata
Penulis Aris Susanto
LAMPUNG POST | Keunikan Batu Tumpang di Tengah Kebun Karet
Seorang pengunjung menikmati keindahan alam di tumpukan batu granit di Batu Tumpang, Desa Purwodadi Dalam, Lampung Selatan. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

Keunikan Batu Tumpang di Tengah Kebun Karet

WISATA Taman Batu Granit atau Batu Tumpang di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjungsari, Tanjungbintang, Lampung Selatan, bisa menjadi pilihan wisata untuk mengisi liburan atau sekadar menambah koleksi foto-foto menarik. Wisata alam yang menakjubkan ini berada dalam areal perkebunan karet milik PTPN 7 Unit Usaha Bergen, Tanjungbintang.
Untuk mencapai Taman Batu Tumpang, pengunjung tidak perlu khawatir. Anda bisa mengendarai sepeda motor maupun mobil pribadi. Kemudian pengunjung juga bisa membuka Google Maps dan akan dituntun sampai ke lokasi. Di beberapa tempat dalam perjalanan menuju lokasi sempat tidak ada sinyal, tetapi pekerja perkebunan bisa membantu Anda untuk mencapai lokasi.
Pada Kamis (8/6/2017) siang, sekitar pukul 11.00, kami sampai di lokasi. Puluhan batu besar terlihat berada di tengah perkebunan karet. Kami terus berjalan menyusuri jalan tanah menanjak dan akhirnya mencapai tumpukan batu yang paling besar yang disebut warga sekitar sebagai Batu Tumpuk.
Lokasi ini sering dikunjungi wisatawan lokal dan luar kota. Tempatnya cukup teduh dan nyaman. Namun, tidak ada yang berjualan penganan di sekitar lokasi sehingga pengunjung yang ingin menikmati sensasi di Taman Batu Tumpang atau Baru Granit, harus membawa bekal.
Tempat ini merupakan lokasi para wisatawan bisa menyaksikan hamparan batu-batu granit yang tersusun rapi. Menariknya, susunan batu granit yang ada di sini terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.
Taman Batu Granit ini sangat populer pada 2007—2008. Bahkan bisa dibilang, saat itu Taman Batu Granit mengalami puncak kejayaannya. Di masa populernya, lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Lokasinya yang dekat dan mudah diakses menjadikan objek ini yang selalu dikunjungi di kala liburan tiba maupun akhir pekan.
Sayangnya, menurut warga, investor yang mengurus tempat ini meninggal sekitar 2009, sehingga tempat yang indah itu terbengkalai dan pengelolaan dikembalikan kepada PTPN 7. Banyak bangunan yang dibiarkan hancur dan bahkan banyak tangan-tangan jahil yang mencorat-coret bebatuan sehingga terlihat kotor.
Taman Batu Granit ini selain menjadi destinasi wisata juga sering dimanfaatkan oleh mereka yang hobi fotografi. Taman ini menjadi objek favorit kamera fotografer. Mereka yang memiliki jiwa petualang, sudah pasti akan mendapatkan pengalaman yang menarik dan penuh tantangan saat menyusuri lokasi ini.
Batu-batu besar yang terhampar seakan menjadi musuh yang harus ditaklukkan. Untuk mendapatkan view yang keren, fotografer harus berani naik ke puncak batu yang paling tinggi. Dari sana, Anda bisa melihat luasnya hamparan perkebunan yang menghijau dan seluruh kawasan perkebunan karet. Sungguh keindahan alam yang jarang ditemukan di setiap tempat, sehingga keindahan ini perlu dijaga dari tangan-tangan jahil manusia tidak bertanggung jawab.
Disarankan jika berkunjung ke Taman Batu Granit Tanjungbintang menggunakan sepatu atau alas kaki yang tidak licin. Hal ini diperlukan saat pengunjung menapaki batu-batu besar untuk mencari sisi keindahan alam sekelilingnya.
Sebaiknya Anda berkunjung pada pagi hingga menjelang siang karena lokasi yang berada di tengah perkebunan karet ini cenderung sepi. Selain itu, jalan yang dilalui juga tidak begitu mulus. Dengan demikian, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat meminta bantuan warga sekitar.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv