BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Ketua Pengelola SLB PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal Djunaidi memberi perhatian khusus kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Ia mengatakan anak-anak yang berkebutuhan khusus diatur oleh undang-undang bahwa mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan dan pelayanan yang sama. 
 
"Tentu pemerintah akan memberikan perhatian khusus. Dalam kepemimpinan Arinal-Nunik ada program kerja untuk merangkul kaum difabel," katanya di SLB PKK Provinsi Lampung, Jalan Endro Suratmin, Sukarame, Senin (22/7/2019). 
 
Kemudian ia mengatakan SLB merupakan aset yang harus dirawat dan dikembangkan. Kemudian ia mengatakan disekolah tersebut ada anak-anak bangsa yang didik untuk mandiri. "Dalam waktu dekat ini saya akan menampung dan melatih anak-anak yang mempunyai keterampilan seperti bisa menjait, membatik dan membuat kue. Nanti bila sudah siap, kue hasil karya mereka bisa dikirimkan kerumah dinas," kata Istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini. 
 
Ketua Pelaksana Harian SLB PKK Provinsi Lampung, Ida Mustika Zaini menceritakan sejarah berdirinya SLB PKK Provinsi Lampung. Ia mengatakan sejak tahun 1981 sekolahnya sudah ada yang awal mulanya hanya mempunyai 5 orang murid dan 2 orang guru. Namun sekolah tersebut terus berkembang dan eksis sampai hari ini. 
 
Saat ini disekolah tersebut memiliki tenaga guru PNS sebanyak 25 orang, tenaga guru yang bukan PNS sebanyak 12 orang, tenaga karyawan PNS sebanyak 1 orang, tenaga karyawan non PNS sebanyak 12 orang meliputi 7 orang di sekolah dan 5 orang di asrama. 
 
Peserta didik tahun pelajaran 2019/2020 ada 247 orang dengan rincian untuk tingkat SDLB Tunagrahita dan Tunarungu Wicana ada 107 siswa, tingkat SMPLB Tunagrahita dan Tunarungu Wicana ada 59 siswa, dan tingkat SMALB Tunagrahita dan Tunarungu Wicana ada 81 siswa. 
 
Di sekolah tersebut memiliki rombongan belajar sebanyak 34 ruang sedangkan ruang kelas yang ada sebanyak 21 ruang. Dengan begitu untuk standar kelayakan proses pembelajaran ada kekurangan ruang kelas sebanyak 13 ruang kelas. Kemudian meja dan kursi belajar siswa dari 246 stel yang ada, masih ada kekurangan meja dan kursi sebanyak 40 stel. 
 
"Meskipun begitu semangat belajar peserta didik luar biasa. Siswa-siswi kita pernah juara lomba literasi dan O2SN ABK. Insyallah saat ini siswa kita mengikuti lomba FLS2N ABK dan Lomba Keterampilan ABK Tingkat Provinsi. Ke depan prestasi-prestasi akan terus ditingkatkan," katanya.  

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR