BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- AAL (30), terduga pelaku bom Sukoharjo, yang diamankan Mabes Polri, ternyata baru tiba ke Bandar Lampung, pada Sabtu (8/6/2019) malam.

Ketua RT 01 LK 04 Kelurahan Jagabaya 2, Kecamatan Way Halim, M. Tauhid mengatakan AAL bukan lah warga di tempatnya berada. Namun AAL, memang datang ke rumah adik iparnya bernama Sodiq, yang kebetulan mengontrak di sebelah rumah Tauhid, tempat mabes polri melakukan pemeriksaan.



AAL menurut Tauhid memiliki ciri-ciri tinggi rambut panjang dikuncir, berjenggot, dan hidung mancung. "Itu rumah keponakan saya, emang dikontrakin, dan Sodiq ini sudah lama ngontrak, kalau Sodiq ini kesehariannya terbuka dan bergaul dengan warga, nah yang kakaknya (AAL), Dateng malem Minggu naik grab," ujarnya, Minggu (9/6/2019).

Tahuid menambahkan, memang sebelumnya aparat baik dari Polsek setempat maupun Polresta Bandar Lampung sudah mengintai keberadaan rumah tersebut, yang bakal didatangi oleh AAL. "Kalau dari mabes ada 1 orang, tapi busernya banyak, sudah nelpon saya enggak ada namanya, nanya rumah itu dikontrakin enggak, atau gimana, Buser juga ada yang nginap di sekitar," katanya.

Dari sepengatahuan Tauhid, AAL ditangkap di sekitaran Pasar Tugu. Sedangkan, usai ditangkap kemudian Tauhid diminta untuk ikut ke rumah Sodiq, dalam rangka pemeriksaan. Ia menyaksikan satu tas disita dengan isi 2 kaos, 1 plat kendaraan huruf AD, HP dan plastik yang semuanya ada di dalam sebuah tas. Selain AAL, adik kandungnya Berinsial SAF asal Kupang Teba, Telukbetung Utara, juga diamankan Mabes Polri sebagai saksi. Saat itu SAF berada di kediaman Sodiq.

"Waktu pemeriksaan juga keluarga yang buka, bukan dari polisi," katanya.

Dari hasil obrolan Tauhid dengan Sodik si adik ipar pelaku, diketahui kalau Sodik dan AAL baru saling bertemu sebanyak dua kali, yakni saat Sodik menikahi adik AAL di Pulau Jawa, dan kedatangan AAL di kediaman Sodiq. "Kalau soal dia terlibat apa saya enggak tahu, tapi polisi cerita, dia terlibat bom di Sukoharjo, sama jaringan radikal, kayak ikut pengajian Ba'asyir (Abu Bakar Ba'asyir). Tapi saya juga enggak paham, cuma polisi bilang gitu," katanya.

Sementara Sodiq tidak tahu menahu perkara pidana apa, yang mengakibatkan kakak iparnya ditangkap. Sodiq sendiri selama ini baru dua kali bertemu dengan AAL, saat akad nikah dengan istrinya, dan saat AAL datang ke kontrakannya. "Baru ketemu tadi malam, soalnya udah lama enggak ketemu, kalau didatangin polisi tadi siang," ujar Sodiq.

Sodiq mengatakan, awlanya ia bersama sang istri dan AAL serta beberapa kerabatnya ke luar rumah untuk mencari buah, di mini market dekat pasar tugu, kemudian mereka disambangi polisi. "Rame-rame ada yang bawa pistol, baru ngeh itu polisi. Sudahnya ke rumah, meriksa barang-barang," katanya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan Karopenmas Mabes Polri Brigjenpol Dedi Prasetyo, belum bisa dikonfirmasi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR