KRUI (Lampost.co)--Ketua DPRD kabupaten Pesisir Barat, Piddinuri,  meminta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Dinas Kehutanan, dan pihak terkait lainnya, egera mengambil langkah nyata untuk mengatasi serangan beruang di wilayah pemukiman satuan pemukiman IV,  kecamatan Ngambur.

Pasalnya keberadaan binatang buas yang kerap berkeliaran di pemukiman  telah menyebabkan keresahan dan ketakutan warga di tempat itu. 
"Banyak beruang berkeliaran di pemukiman penduduk di SP IV. Kami minta TNBBS , kehutanan dapat segera menanggulanginya.  Mereka harus bertanggung jawab.saat ini,  Ada tiga ekor beruang yang selalu masuk perkampungan warga. Dan ini sangat meresahkan warga.  Banyak pohon kelapa yang rusak. Ibu-ibu mau ke sawah nagak berani,  bapak-bapak mau ngunduh sawit jadi takut, karena sering bertemu hewan buas tersebut," kata Piddinuri, kepada Lampost.co, di kantor DPRD setempat, Kamis (23/8/2018).
Kata dia, sebelumnya kondisi itu tidak pernah terjadi. Menurutnya, warga bukan tidak berani mengambil langkah tegas misalkan dengan membunuh binatang buas tersebut.  Namun hal itu menjadi dilema, sebab beruang merupakan binatang yang dilindungi negara.  



Apalagi beberapa waktu lalu, polisi dan polisi hutan, mengamankan tujuh orang warga di tempat itu karena membunuh dan menangkap beruang, menyebabkan warga takut berurusan dengan hukum. Sehingga beruang makin leluasa masuk kampung mereka. 

"Tujuh orang sekarang di polres. Kalau saya secara pribadi, beruang itu kan hama, harus dibasmi. Tetapi karena itu dilarang, baiknya aparat berwenang segera menanganainya," jelas dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR