BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Cekcok antara Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi, dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar, berbuntut panjang.

Wiyadi melaporkan Yusuf Kohar ke Mapolda Lampung, Senin (3/9/2018). Melalui kuasa hukumnya Yelis Basuki mengatakan, ada upaya intimidasi yang dilakukan Yusuf Kohar ke kliennya.



Oleh karena itu, Yeli menyiapkan sejumlah pasal yang akan dilaporkan yakni, pasal 211 KUHP Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. 

Kemudian pasal 333 KUHP, yakni Pasal 333 ayat 1, berbunyi : Barangsiapa dengan sengaja menahan (merampas kemerdekaan) orang atau meneruskan tahanan itu dengan melawan hak, dihukum penjara selama - lamanya delapan tahun.

"Dua pasal itu, yang akan kami laporkan," ujarnya saat ditemui di Mapolda Lampung, Senin (3/8/2018).

Menurut Yeli, ada dugaan upaya pengancaman, dan perbuatan tidak menyenangkan yang diperbuat Yusuf Kohar kepada Wiyadi.

"Jadi ada pengancaman secara psikis terhadap klien, kalau baku pukul tidak ada," katanya.

Yeli mengatakan, kliennya terpaksa melaporkan ke polisi karena perbuatan Yusuf Kohar yang membahas masalah pansus, disertai upaya intimidasi, sudah sering terjadi.

"Ya ini udah yang berapa kali," katanya.

Selain rekaman cctv, Yeli juga mengatakan ada lima orang saksi dari unsur DPRD dan masyarakat, yang akan dijadikan saksi terkait perbuatan.

"Kejadiannya di hotel Amalia, pas malam Minggu (1/9/2018), kan ada pertemuan antara anggota DPRD di luar rapat, disitu lah kejadiannya klien saya dapat Intimidasi," katanya.

Pemantauan Lampost.co, Yeli mendatangi SPKT Mapolda Lampung, sekitar pukul 15.25), dan sedang melakukan proses pelaporan.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR