BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terlepas dari ada atau tidaknya unsur kampanye politik yang diduga disisipkan dalam kegiatan pembagian kambing dan ayam serta bantuan kesehatan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung dan Kabupaten Pringsewu di Pekon Banyurip, Banyumas, Pringsewu.

Posisi Ketua Baznas Provinsi Lampung Mahfud Santoso yang juga aktif sebagai Ketua Jemaah Relawan Ridho (JRR), dianggap telah melanggar kode etik Amil Zakat, yang telah diatur dalam Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018.



Dalam peraturan tersebut, pada Pasal 8 poin 2 huruf b dengan jelas tertulis, Amil Zakat dilarang secara terbuka mendukung partai politik tertentu, pasangan calon kepala daerah tertentu, pasangan calon presiden tertentu, dan/atau orang atau kelompok politik tertentu.

"Untuk itu kami melaporkan Paslon 1 dan ketua Basnas karena tindakannya diduga melakukan upaya politik uang dengan membagikan hewan pada masyarakat yang sudah menyerahkan KTP kepada relawan," kata Aris Dharmono dari Masyarakat Peduli Lampung (MPL) saat melaporkan hal itu ke Panwaslu Pringsewu, Rabu (30/5/2018).

Machfud Santoso diketahui aktif sebagai Ketua Jemaah Relawan Ridho (JRR), dan beberapa kali secara terbuka terlihat dalam kegiatan kampanye pasangan calon gubernur nomer urut 1.

Terpisah, Mahfud Santoso membantah telah membagikan ternak atas nama paslongub Ridho-bBchtiar. Kegiatan tersebut murni untuk mengentaskan kemiskinan di enam kecamatan di Kabupaten pringsewu. "Itu tidak benar. Tanyakan saja dengan masyarakat dari enam kecamatan, itu saksi yang kuat," kata Mahfud.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR