BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Memanasnya proses tahapan pilkada, hingga jalan persidangan administrasi dugaan pelanggaran terstruktur sistematis dan massif yang digelar di kantor Sentra Gakkumdu, membuat adanya upaya yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk melakukan intimidasi kepada Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah.
Bahkan, wanita yang kerap disapa Khoir tersebut, sempat curhat melalui status Facebooknya yang di-posting Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam statusnya ia mengatakan: Tak perlu melakukan intimidasi kepada saya, dengan menyerang secara personal, mengaitkan keluarga, pesantren, organisasi, dan lainnya dengan urusan kebijakan lembaga. Pengambilan keputusan Bawaslu dilakukan secara kolektif kolegial,  apapun saya tak bisa memutuskan 1 Perkara sendiri tanpa pleno ketua dan anggota.
Silahkan awasi dan pantau semua proses persidangan yang dilakukan secara terbuka dengan pikiran jernih sehingga pada saatnya bisa menilai. #tetapfokus #jangan terprovokasi.

Hingga Rabu (11/7/2018) pukul 19.05 status tersebut mendapat like 366, dan 142 komentar. Bahkan dukungan bertebaran di dinding Facebook milik Fatikhatul Khoiriyah.
Menanggapi dugaan intimidasi tersebut, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya siap mengamankan Fatikhatul Khoiriyah dari ancaman apapun, hal tersebut juga termasuk ke dalam pelaksanaan operasi mantap praja 2018.
“Pengawalan pribadi sudah dan terus dilaksanakan untuk ketua bawaslu sudah sesuai SOP. Rumahnya juga sudah dijaga personel," ujar Murbani kepada Lampost.co, Rabu (11/7/2018).
Murbani menambahkan, selain pengamanan pihaknya turut mendorong Bawaslu dan Gakumdu  untuuk melaksanakan dan menegakkan hukum dalam Pemilu 2018 ini.
"Indonesia negara supermasi hukum, maka kami dorong untuk bisa menjaga bersama supaya mereka (Bawaslu dan Gakumdu) bisa melaksanakan kegiatannya. TNI Polri siap mengamankan, dan bersifat netral,"kata mantan Kapolres Magelang itu. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR