LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 30 May
3449
Kategori Feature
Penulis Armansyah
LAMPUNG POST | Ketika Nasib Pemain Organ Dibatasi
Pemain keyboard organ tunggal, Roma (21),memainkan keyboard saat mengisi pesta pernikahan di Desa Palasjaya, Palas, belum lama ini. LAMPUNG POST/ARMANSYAH

Ketika Nasib Pemain Organ Dibatasi

LANTUNAN musik dangdut terdengar syahdu di salah satu rumah warga di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Tembang Juragan Empang yang memang tengah ngehits di kalangan masyarakat itu menghibur suasana pesta pernikahan itu.
Hiburan itu disuguhkan tuan rumah kepada tamu yang hadir dalam pesta pernikahan. Di balik meriahnya pesta hari itu tentu tak lepas dari peran sosok pria pemain musik hiburan organ tunggal. Jemarinya lincah menari nari di atas tuts keyboard.
Pria yang kesehariannya bertumpu mengais rezeki memainkan keyboard itu adalah Roma (25). Sembari duduk santai, ia memainkan berbagai musik mengiringi senandung sang biduan maupun sebagian tamu yang naik ke atas panggung.
Roma mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari bermain keyboard organ tunggal dari panggung ke panggung, seperti pesta pernikahan atau sunatan. Uang hasil manggung itu untuk kebutuhannya sehari-hari dan anaknya sekolah.
"Saya hanya mengandalkan bermain musik untuk memberi nafkah kepada anak dan istri saya. Jelas, dengan adanya larangan main malam itu akan mengurangi penghasilan saya. Main dari siang-malam saja kurang, Mas," kata bapak satu anak itu.
Warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas, itu mengaku setiap kali bermain musik organ tunggal sejak pagi hingga malam dibayar sekitar Rp200 ribu—Rp300 ribu, sedangkan bermain pada siang hari dibayar sekitar Rp150 ribu—Rp200 ribu.
Namun, kepada Lampung Post Roma menuturkan kegalauannya lantaran ada rencana permainan organ tunggal dibatasi tak sampai malam. Pembatasan itu nilainya pasti akan berpengaruh terhadap pendapatan pemain organ tunggal seperti dirinya.
“Jika Pemkab benar-benar ingin mengeluarkan perbup mengenai larangan hiburan organ tunggal pada malam hari, saya berharap Pemkab juga bisa memberikan solusi atas nasib kami. Sebab, larangan itu secara langsung akan berdampak pada kami."

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv