BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung beralasan, keterlambatan keluarnya SK Dirjen tunjangan sertifikasi bagi sejumlah guru Bahasa Lampung di Bandar Lampung karena terjadi perubahan kode.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar pada Disdikbud Bandar Lampung, Khairul Athar kepada Lampost.co, Jumat (25/5/2018) mengatakan mulai tahun ini kode bahasa daerah termasuk Bahasa Lampung berubah menjadi 749 dari 062.



Menurut dia, akibat perubahan kode tersebut SK Dirjen dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai syarat pencairan tunjangan sertifikasi triwulan pertama Januari hingga Maret 2018, menjadi terlambat.

“Dari 70 guru Bahasa Lampung di Bandar Lampung, baru 18 SK guru yang keluar, artinya ada 52 guru sedang menunggunya SK tersebut. Terlambatnya ini karena sedang proses konversi kode lama ke kode baru,” ujar dia.

Menurut dia, sejumlah guru Bahasa Lampung yang tengah menunggu SK Dirjen tidak hanya guru berstatus aparatur sipil negara (ASN), melainkan terdapat guru di sekolah swasta. Ia mengatakan, hal ini pula terjadi kepada guru di daerah lain di Lampung.

"Keterlambatan keluarnya SK Dirjen sertifikasi guru Bahasa Lampung tidak hanya terjadi di Bandar Lampung saja, tetapi terjadi juga di kabupaten lain di Lampung. Karena perubahan kode ini kebijakan Kemendikbud pusat," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR